Transformasi Digital Kaltim Perlu Diimbangi Penguatan Keamanan Data
- account_circle Nuraini
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SAMARINDA — Pesatnya pemanfaatan teknologi cloud dalam transformasi digital pemerintahan daerah perlu diimbangi kewaspadaan tinggi terhadap ancaman keamanan siber.
Kemudahan akses layanan publik secara daring harus berjalan seiring dengan perlindungan data, keandalan server, dan keamanan infrastruktur digital agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Peringatan tersebut disampaikan Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Danang Jaya, dalam forum BERISIK (Berbincang Tentang Risiko) Jilid 3 yang digelar secara daring pada Senin (19/10/2026).
Forum ini diikuti jajaran humas dan dinas terkait sebagai bagian dari penguatan pemahaman mengenai manajemen risiko siber di lingkungan pemerintahan daerah.
Danang menegaskan bahwa risiko keamanan siber memiliki karakteristik tersendiri sehingga perlu dipetakan dan dikendalikan secara sistematis.
“Berbeda dengan manajemen risiko umum, dalam dunia keamanan siber kita hanya mengenal risiko negatif. Mulai dari data hilang, server down, hingga serangan virus. Semuanya harus kita petakan dan kendalikan,” ujar Danang.
Mengantisipasi Insiden Digital
Lebih lanjut Danang menjelaskan, setiap daerah menghadapi kebutuhan dan tantangan keamanan yang berbeda. Karena itu, pemerintah daerah didorong mengevaluasi tingkat kematangan keamanan siber secara berkala, terutama dalam kesiapan mencegah, mendeteksi, dan merespons insiden digital.
Pentingnya perlindungan tersebut juga disoroti Yekti Wirani, pakar teknologi informasi dan pengajar dari Universitas Indonesia. Menurutnya, keamanan siber tidak terbatas pada persoalan teknis, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan publik.
Menurut Yekti, gangguan sistem dapat menghambat akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.
“Titik-titik vital seperti basis data (database), sistem publikasi informasi, hingga jaringan internet daerah harus terus dilindungi dan dilindungi,” jelasnya.
Penguatan manajemen risiko menjadi bagian penting dari upaya menjaga layanan digital tetap berfungsi secara aman dan andal. Basis data, sistem informasi publik, serta jaringan komunikasi perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan keamanan teknologi daerah.
Bagi Kalimantan Timur, perkembangan layanan berbasis cloud menuntut keseimbangan antara inovasi dan perlindungan digital.
Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan bahwa kemudahan akses teknologi disertai kesiapan menghadapi gangguan, sehingga layanan publik tetap aman, terpercaya, dan berkelanjutan.
- Penulis: Nuraini
- Editor: Fiqih Ulyana


