Ustadz Adam Suhaimi Harahap Berpulang, Perajut Dakwah Pendidikan dan Kemandirian Umat di Bontang
- account_circle Anchal M Said
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BONTANG — Innalillahi wa innalillahi rojiun, kabar duka datang dari Kota Bontang. Ustadz H. Adam Suhaimi Harahap bin Ali Hasan Harahap berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu, 17 Oktober 2026 bertepatan dengan 6 Jumadil Awal 1448 Hijriah.
Tokoh pendakwah dan pendidik ini menghembuskan napas terakhir pada pukul 16:45 Wita di RSUD Bontang pada usia 55 tahun, setelah sempat menjalani perawatan medis selama beberapa hari. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, santri, rekan sejawat, serta masyarakat luas yang pernah tersentuh oleh dedikasi keilmuannya.
Sejak masa mudanya, Ustadz Adam memilih jalan dakwah sebagai panggilan hidup. Perjalanan spiritual dan pengabdiannya semakin kukuh ketika ia dipersuntingkan bersama Fatmawati Samad yang senantiasa menjadi pendamping hidupnya.
Merantau ke Kalimantan Timur dari Tapanuli, Sumatera Utara, ia mendedikasikan hampir seluruh usianya untuk membina umat dan memajukan dunia pendidikan. Komitmen tersebut terwujud nyata melalui peran sejarahnya sebagai salah satu guru senior di lingkungan Yayasan Pembina Islam (YABIS) Bontang, tempat ia menyemaikan benih-benih kebaikan dan semangat belajar kepada ribuan murid.
Kiprah Ustadz Adam dalam dunia pendidikan formal beriringan erat dengan kepeduliannya terhadap pemberdayaan generasi muda secara mandiri. Bersama sang istri, ia mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) BBEC yang berlokasi di Jl. Gendang 3, Kelurahan Bontang Baru, Bontang Utara.
Melalui lembaga ini, almarhum menginisiasi berbagai program peningkatan keterampilan terapan, mulai dari bahasa asing hingga pelatihan keterampilan praktis seperti tata boga dan pembuat minuman kopi atau barista. Kerja sama yang dibangunnya bersama dinas ketenagakerjaan setempat dan pihak industri berhasil mengantarkan banyak anak muda Bontang meraih kemandirian ekonomi dan keahlian kejuruan.
Di luar ranah pendidikan formal dan vokasi, Ustadz Adam aktif mengabdi dalam jajaran kepengurusan Badan Koordinasi Dakwah Islam Kota Bontang (BKDIB). Rekan sejawatnya di BKDIB, Ustadz Usman Alfonso Sulaiman, mengenang almarhum sebagai pribadi yang penuh kepedulian dan sangat tekun dalam pengabdian masyarakat.
“Beliau orang baik, sangat-sangat baik. Sosok yang penuh kepedulian dan tekun dalam berdakwah dan mendidik umat,” tutur Usman Alfonso mengenang.
Kesan serupa disampaikan Akademisi UINSI Samarinda, Hudriansyah Rahman, yang menilai almarhum sebagai ulama dan pendidik sejati yang konsisten meniti jalan dakwah sejak awal kedatangannya di Kalimantan Timur hingga akhir hayatnya.
“Sejak merantau ke Kaltim, beliau menekuni dakwah pendidikan sampai sampai jarang pulang kampung, hingga akhirnya beliau pulang ke kampung akhirat,” kata Hudriansyah dalam rangkaian prosesi pemakaman almarhum di Dusun Kampung Masjid, Desa Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Ahad pagi (18/10/2026).
Turut hadir pada kesempatan tersebut Imam Utama Masjid Jami’ Asy Syifa Santan Tengah KH. Hadrawi Pawe Lahama dan Pengasuh Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an As’adiyah Kiai Muda Amiruddin yang sekaligus menyampaikan taushiyah.
Sosok Pendidik dan Perajut Dakwah

Bagi para muridnya, jejak bimbingan almarhum memberikan dorongan besar untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Jejak pendidikannya hidup dalam ingatan para murid. Saat takziah pada malam kepergiannya, seorang mantan murid mengenang dorongan Adam untuk terus menuntut ilmu hingga dirinya berhasil masuk Pondok Modern Darussalam Gontor.
Sepanjang hidupnya, almarhum selalu memegang teguh prinsip bahwa ajaran Islam merupakan sebuah kenikmatan, sehingga timbul keinginan untuk terus menjalankannya, lalu menceritakan serta mendakwahkan Islam yang nikmat tersebut kepada sesama.
“Ajaran Islam merupakan sebuah kenikmatan, sehingga kita ingin terus menikmatinya. Lalu kita ceritakan atau dakwahkan Islam yang nikmat itu,” pesan almarhum semasa hidup dalam satu kesempatan menjadi khatib Iduladha 1443 di lapangan Makodim Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (10/7/2022).
Pegangan hidup ini menjadi warisan ruhani yang terpatri kuat. Kepergian Ustadz H. Adam Suhaimi Harahap bukan sekadar duka keluarga, melainkan kehilangan besar bagi Kota Bontang atas sosok pendidik yang menyebarkan ilmu, dakwah, dan kemandirian masyarakat hingga akhir hayatnya.[]
- Penulis: Anchal M Said
- Editor: Yacong B. Halike


