Breaking News
light_mode

Karhutla Kaltim Menguji Ketahanan Ekonomi dan Efektivitas Pemerintah

  • account_circle Muhammad Isnaeni
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABUT asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan serius di Kalimantan Timur. Pada 17 September 2026, Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mencatat ISPU Samarinda mencapai 357 atau kategori sangat buruk, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 194,42 µg/m³ dan PM10 mencapai 306,65 µg/m³.

Pemerintah daerah menyebut pola peningkatan pencemaran tersebut mengindikasikan pengaruh kebakaran hutan dan lahan di sekitar Samarinda. Situasi ini menunjukkan bahwa karhutla bukan semata persoalan ekologis dan kesehatan, melainkan juga persoalan ekonomi yang dapat mengganggu mobilitas, produktivitas dan aktivitas usaha masyarakat.

Skala penanganan pemerintah menunjukkan bahwa ancaman tersebut telah ditempatkan sebagai keadaan yang membutuhkan respons lintas sektor. Pada 14 September, BNPB memastikan dukungan operasional pemerintah pusat terus diberikan kepada Kaltim.

Data BPBD yang disampaikan BNPB mencatat luas area terbakar sejak Januari hingga September mencapai sekitar 5.708,96 hektare. Sebanyak 4.068 personel gabungan dikerahkan, sementara operasi darat dan udara, termasuk water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca, terus dilakukan. Di kawasan IKN, sekitar 319,95 hektare masih dalam penanganan pada 13 September. Data data ini tentu masih akan terus berubah.

Respons tersebut penting karena biaya ekonomi karhutla sering kali tidak terlihat secara langsung dalam neraca kerugian. Ketika jarak pandang turun, penerbangan tertunda; ketika kualitas udara memburuk, masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah; ketika sekolah menghentikan pembelajaran tatap muka, produktivitas keluarga ikut terdampak; sementara meningkatnya gangguan kesehatan menambah beban rumah tangga dan fasilitas kesehatan.

Di sektor perkebunan, Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri telah mengingatkan bahwa karhutla berpotensi mengganggu kegiatan budidaya dan perekonomian pekebun, masyarakat maupun perusahaan. Bahkan pada periode 24–30 Agustus 2026, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII mencatat 147 penerbangan di wilayah Kaltim-Kalteng terdampak asap; 95 di antaranya mengalami pembatalan atau penundaan, 46 terlambat, dan enam dialihkan.

Butuh Penanganan Konfrehensif

Karena itu, ukuran keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup hanya berdasarkan berapa titik api yang berhasil dipadamkan. Pemerintah perlu memastikan rantai ekonomi tetap berjalan.

Pemadaman cepat harus disertai perlindungan kesehatan, informasi kualitas udara yang mudah diakses, dukungan bagi sektor transportasi dan pelaku usaha terdampak, serta pencegahan kebakaran baru.

Penguatan operasi darat dan udara juga perlu dipertahankan selama risiko kebakaran masih tinggi. Pada 8 September, Pemprov Kaltim melaporkan kualitas udara sempat membaik menjadi kategori sedang setelah operasi pemadaman intensif dan 33 kali water drop dilakukan pada wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Perbaikan tersebut menunjukkan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi, meskipun perkembangan berikutnya membuktikan bahwa kewaspadaan belum boleh dikendurkan.

Karhutla harus dipandang sebagai ancaman terhadap ketahanan ekonomi Kaltim. Pemerintah pusat, Pemprov, pemerintah kabupaten/kota, aparat, dunia usaha dan masyarakat memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga agar kerusakan lingkungan tidak berkembang menjadi gangguan ekonomi berkepanjangan.

Pemerintah telah membangun respons melalui status siaga darurat, pengerahan ribuan personel, operasi pemadaman darat dan udara, serta dukungan BNPB. Langkah berikutnya adalah memastikan konsistensi pencegahan, penegakan aturan terhadap pembakaran lahan, perlindungan kelompok rentan, dan pemulihan wilayah terdampak.

Asap boleh menjadi tanda bahwa ancaman masih ada, tetapi respons negara harus memastikan bahwa ancaman ekologis tersebut tidak berubah menjadi krisis kesehatan dan ekonomi yang lebih luas.[]

*) Muhammad Isnaeni, penulis putra daerah asal Sebakung dan Direktur Kajian Analisis Lokal untuk Cita-cita Ekonomi dan Peradaban (Kalcer)

  • Penulis: Muhammad Isnaeni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Sungai Santan ke-III Siap Digelar, Gaungkan Harmoni dan Lingkungan Play Button

    Festival Sungai Santan ke-III Siap Digelar, Gaungkan Harmoni dan Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Mahmoud Ali
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS – Masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Santan tengah menyambut dengan penuh antusias penyelenggaraan Festival Sungai Santan III, sebuah agenda budaya tahunan yang kini menjadi ikon kebudayaan masyarakat bantaran sungai. Acara ini akan digelar selama empat hari, 27–30 November 2025, bertempat di Jl. Pelabuhan RT 5, Kampung Masjid, Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten […]

  • Brida Kaltim Hadirkan Rumah Inovasi Daerah

    Brida Kaltim Hadirkan Rumah Inovasi Daerah

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    Kepala Balitbangda/BRIDA Provinsi Kalimantan Timur, Fitriansyah, menyampaikan bahwa konsep Rumah Inovasi Daerah (RUMIN) yang tengah dikembangkan BRIDA Kaltim diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menghasilkan berbagai inovasi yang mendukung pembangunan daerah. Lihat Infografik selengkapnya, klik di sini.

  • ITS Perkenalkan Mocits, Teknologi Panjat Kelapa yang Lebih Aman dan Efisien

    ITS Perkenalkan Mocits, Teknologi Panjat Kelapa yang Lebih Aman dan Efisien

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan alat panjat kelapa bernama Moto Climber ITS (Mocits) sebagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas panen sekaligus memperkuat aspek keselamatan kerja para petani kelapa. Pengembangan alat mesin pertanian tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas kebutuhan peningkatan produktivitas perkebunan kelapa di Indonesia yang memiliki luas lahan terbesar di dunia, namun […]

  • Bupati Kukar Instruksikan Aparatur Lebih Aktif Turun ke Masyarakat

    Bupati Kukar Instruksikan Aparatur Lebih Aktif Turun ke Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Nuraini
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk para camat, untuk lebih sering turun langsung ke lapangan guna mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang digelar di Kantor Camat Baru, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, pada Sabtu […]

  • Bupati Paser Sebut LKPj 2025 Penghubung Visi Paser MAS Menuju Paser TUNTAS

    Bupati Paser Sebut LKPj 2025 Penghubung Visi Paser MAS Menuju Paser TUNTAS

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menyampaikan bahwa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 merupakan rangkuman penjabaran visi dan misi Paser MAS (Maju, Adil, dan Sejahtera) sekaligus menjadi jembatan transformasi menuju visi pembangunan berikutnya yaitu Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera). Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Paser yang […]

  • Rektor Unikarta Dorong Tindak Lanjut Seminar Peradaban Bangsa Hidayatullah

    Rektor Unikarta Dorong Tindak Lanjut Seminar Peradaban Bangsa Hidayatullah

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    TENGGARONG — Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Prof.Dr.Ir. Ince Raden, MP, mendorong agar Seminar Nasional Peradaban Bangsa yang diselenggarakan DPD Hidayatullah Kutai Kartanegara tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dilanjutkan dengan langkah-langkah konkret. Harapan tersebut disampaikannya dalam seminar bertajuk “Menggali Akar Sejarah Peradaban Menuju Kebangkitan Bangsa” di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Jumat (9/10/2026). Dia […]

expand_less