Program Gratispol Tahap III Salurkan Rp288,5 Miliar untuk 63.603 Mahasiswa
- account_circle Oemar Said
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- print Cetak

IST Beasiswa program Gratispol Provinsi Kaltim (Foto: Lukman Idris/ Kaltim.news)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa hingga saat ini masih tersedia kuota bagi sekitar 80 hingga 90 ribu mahasiswa untuk mengikuti program pendidikan gratis Gratispol.
Pada saat yang sama, ia mengingatkan seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kalimantan Timur agar segera mengembalikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) milik mahasiswa yang telah melakukan pembayaran sebelum bantuan Gratispol dicairkan.
Rudy menyampaikan itu seiring berjalannya realisasi program pendidikan gratis yang menjadi salah satu kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi.
Diketahui, program Gratispol menjadi salah satu program pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Program ini disebut ditujukan untuk mendukung penyiapan sumber daya manusia yang akan berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk menghadapi perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hingga pencairan tahap ketiga, program bantuan pendidikan Gratispol telah menjangkau 63.603 mahasiswa dengan total anggaran yang disalurkan mencapai Rp288,5 miliar. Penerima bantuan berasal dari 52 perguruan tinggi di Kalimantan Timur yang terdiri atas tujuh perguruan tinggi negeri dan 45 perguruan tinggi swasta.
Selain mahasiswa reguler, program tersebut juga mencakup mahasiswa pada program kerja sama, pendidikan dokter spesialis, serta tenaga kependidikan yang memenuhi ketentuan penerima bantuan.
Berdasarkan data penyaluran, Universitas Mulawarman menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerima bantuan terbesar. Sebanyak 12.938 mahasiswa menerima bantuan dengan total alokasi anggaran mencapai Rp61,1 miliar.
Posisi berikutnya ditempati Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dengan 7.713 mahasiswa penerima bantuan dan alokasi dana sebesar Rp39 miliar. Selanjutnya, Politeknik Negeri Samarinda menerima alokasi Rp13,9 miliar untuk 3.655 mahasiswa, Institut Teknologi Kalimantan memperoleh Rp12,4 miliar untuk 3.572 mahasiswa, serta Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur menerima Rp10,8 miliar bagi 2.014 mahasiswa.
Sementara itu, Politeknik Sendawar di Kabupaten Kutai Barat tercatat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah penerima paling sedikit, yakni 57 mahasiswa dengan total bantuan sebesar Rp201 juta.
Gubernur Rudy Mas’ud mengajak mahasiswa Kalimantan Timur untuk memanfaatkan kesempatan yang masih tersedia melalui program tersebut.
“Khusus mahasiswa Kaltim, jangan lupa mendaftar program Gratispol. Mahasiswa semester 1 sampai 8 masih bisa mendaftar. Manfaatkan program ini sebaik-baiknya untuk mendukung pembangunan Kaltim ke depan,” ujar Rudy.
- Penulis: Oemar Said
- Editor: Liyana Zahirah





