BRIDA Kaltim Kembangkan Rumah Inovasi Daerah sebagai Ruang Kolaborasi
- account_circle Kaltim News
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — Kepala Balitbangda/BRIDA Provinsi Kalimantan Timur, Fitriansyah, menyampaikan bahwa konsep Rumah Inovasi Daerah (RUMIN) yang tengah dikembangkan BRIDA Kaltim diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menghasilkan berbagai inovasi yang mendukung pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Koordinasi, Sinkronisasi, dan Konsultasi Publik Tahun 2026 yang diselenggarakan BRIDA Provinsi Kalimantan Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (4/6/2026).
Forum bertema “Rumah Inovasi untuk Mendukung Pertumbuhan Daerah yang Berkualitas” itu menjadi sarana diskusi sekaligus penguatan sinergi riset dan inovasi yang melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan.
Dalam forum tersebut, Fitriansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang terlibat aktif dalam diskusi. Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan penting dalam upaya memperkuat tata kelola riset dan inovasi di Kalimantan Timur.
“Terima kasih kepada seluruh peserta dan narasumber. Banyak hal yang kami peroleh dari forum ini, terutama dalam mengidentifikasi berbagai isu dan permasalahan yang masih dihadapi di bidang riset dan inovasi,” ujarnya seperti dikutip dari laman Pemprov Kaltim.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah perwakilan daerah juga menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk persoalan pendanaan riset dan inovasi. Masukan tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari tugas BRIDA Kaltim dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kepada BRIDA maupun perangkat daerah di tingkat kabupaten dan kota.
Terkait pengembangan Rumah Inovasi Daerah, Fitriansyah menegaskan bahwa konsep tersebut masih terus disempurnakan agar mampu berfungsi sebagai pusat kolaborasi berbagai unsur dalam ekosistem inovasi.
“Meski masih berupa gagasan yang terus kami sempurnakan, kami ingin mewujudkan Rumah Inovasi ini semaksimal mungkin agar mampu menjadi pusat kolaborasi dan akselerasi inovasi daerah,” katanya.
Secara konseptual, dijelaskan bahwa Rumah Inovasi Daerah akan mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, pelaku usaha, dan komunitas masyarakat dalam satu wadah kolaboratif. Melalui pendekatan tersebut, hasil riset diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi program, kebijakan, maupun produk inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Fitriansyah, keberadaan Rumah Inovasi juga diharapkan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah, peningkatan daya saing, serta pengembangan pelayanan publik di Kalimantan Timur.
“Harapan kami, Rumah Inovasi dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah, khususnya pada sektor ekonomi dan pelayanan publik,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah, Wiwiek Joelijani, yang memaparkan pentingnya penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah sebagai salah satu fondasi pembangunan berkelanjutan.
- Penulis: Kaltim News





