Maratua dan Kakaban, Surga Bahari yang Tak Pernah Habis Dijelajahi
- account_circle Abdull Aziz
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PERJALANAN menuju Maratua kini terasa semakin singkat dan mengundang petualangan. Hanya sekitar 1 jam 15 menit penerbangan dari Samarinda, perjalanan pagi langsung membawa kami dari Bandara Samarinda pukul 07.00 dan tiba di Bandara Maratua pukul 08.15.
Tak butuh waktu lama untuk memulai eksplorasi—sekitar pukul 09.00 kami sudah berada di laut, menikmati snorkeling di keindahan bawah laut Maratua yang terkenal jernih dan penuh warna.
Ekspedisi kali ini berlangsung selama tiga hari, dengan fokus menjelajahi sejumlah lokasi yang sebelumnya belum sempat kami eksplorasi. Perjalanan ini sekaligus menjadi napak tilas pengalaman pertama ke Maratua pada sekitar tahun 2013, ketika kawasan ini mulai dikenal sebagai salah satu destinasi bahari unggulan di Kalimantan Timur.
Beberapa titik yang menjadi highlight perjalanan antara lain small flight menuju pulau, keindahan Maratua Paradise Resort, serta petualangan di Gua Gumantung. Kami juga menjelajahi Kakaban Baru, snorkeling di Wall Kakaban, menikmati panorama Laguna Kahe Daing, hingga berjalan di pasir timbul Sentubung yang memukau.
Perjalanan juga membawa kami ke Nabucco Resort, Bohe Silian Village, kawasan Payung-Payung, serta Arasatu Villas and Sanctuary yang menawarkan lanskap tropis yang menenangkan.
Sebagian dari momen perjalanan ini didokumentasikan melalui bidikan kamera Abdul Aziz sebagai fotografer freelance kaltim.news di Samarinda. Intip keindahannya:






- Penulis: Abdull Aziz
- Editor: Hanifuddin
- Sumber: Foto foto oleh Abdul Aziz





