Breaking News
light_mode

Menggapai Kemuliaan Ramadhan dengan Empat Pilar Persiapan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Nursyamsa Hadis

BULAN suci Ramadhan, bulan kemuliaan yang dinantikan oleh kaum muslimin di seluruh dunia, semakin dekat. Kesadaran akan pentingnya bulan ini telah lama tertanam dalam tradisi Islam. 

Yahya bin Abi Katsir, seorang ulama dari generasi tabi’in, berdoa menjelang Ramadhan: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”* (Hilyatul Auliya’ :1/420). 

Doa ini menggambarkan betapa besar harapan dan kegembiraan umat Islam dalam menyambut bulan pengampunan dan keberkahan ini.

Para sahabat Rasulullah juga menunjukkan kesungguhan dalam menantikan Ramadhan. Seperti yang diungkap dalam kitab Lathaaiful Ma’arif (hlm. 232), “Mereka (para sahabat) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadhan”.

Munajat para orang shaleh terdahulu ini menilik pemahaman mendalam bahwa bertemu dengan Ramadhan bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Tak ada jaminan seseorang dapat menjumpai bulan penuh rahmat ini setiap tahun. Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi sebuah keharusan.

Kesungguhan dan kerinduan berjumpa dengan Ramadhan yang ditunjukkan oleh para ulama karena menyadari betul fasilitas yang luar biasa yang tersedia pada bulan kemuliaan ini; terbebas dari neraka, diterimanya amal dan dihapusnya segala dosa. Disinilah pentingnya bekal persiapan sebagaimana yang Allah ta’ala ingatkan dalam firman-Nya:

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ

“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (QS. At Taubah: 46).

Lantas hal apa saja yang perlu kita persiapkan dalam menyambut bulan Ramadhan? 

Pertama, bertaubat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi: 2499).

Taubat indikator paripurna dari kesungguhan sesorang menyambut datangnya Ramadhan. Dia ingin mempergauli bulan Ramadhan dengan sepenuh rasa dan raganya tanpa ada penghalang batiniyah yang berakibat kurang selarasnya dengan spektrum spritual dari bulan Ramadhan.

Bertaubat merupakan perintah Allah kepara hamba-Nya sebagaimana firman-Nya, “Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nuur: 31).

Dengan bertaubat iman kita tercerahkan dengan baik sehingga siap berintraksi optimal dengan semua amalan-amalan pada bulan Ramadhan; berpuasa, sholat taraweh, membaca Al Qur’an dan amalan lainnya.

Kedua, persiapan ilmu. Walau sudah menjadi ibadah rutin tahunan, sebaiknya tetap kembali mendaras kitab-kitab atau buku-buku yang membahas hal ihwal Ramadhan. 

Tercerahkannya pengetahuan tentang rukun, amalan-amalan pada bulan Ramadhan memicu dan memacu untuk mengisi waktu-waktu pada bulan Ramadhan dengan tertib.

Ketiga, bergembira menyambut datangnya Ramadhan. Hal itu seperti tergambar dalam mahfuzhat Abdul-Rahman bin Ahmad bin Rajab Al-Baghdadi, yang kemudian dikenal sebagai Ibnu Rajab Al-Hambali. Beliau, yang dijuluki Zainuddin dan termasuk dalam jajaran ulama besar dari kalangan Hanabilah, menjelaskan: 

“Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan)” (Latha’if Al-Ma’arif, hlm. 148)

Ulasan Ibnu Rajab ini menjadi pemantik menegasikan bayangan manusiawi kita betapa lapar dan dahaga yang menghampiri dikala berpuasa. Oleh karena, tergambar dengan jelas demikian besarnya keutamaan-keutaman yang bisa digapai pada bulan Ramadhan.

Keempat, persiapan harta untuk kedermawanan. Nabi Muhammad SAW telah memberi teladan tentang bagaimana agar harta yang kita dimiliki menjadi berkah dengan cara bersedekah, berinfaq, berzakat, atau pun berwakaf. Nabi pernah menyemangati Bilal untuk bersedekah:

أَنْفِقْ بِلاَل ! وَ لاَ تَخْشَ مِنْ ذِيْ العَرْشِ إِقْلاَلاً

“Berinfaklah wahai Bilal! Janganlah takut hartamu itu berkurang karena ada Allah yang memiliki ‘Arsy (Yang Maha Mencukupi).” (HR. Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)

Nabi adalah orang yang paling dermawan di bulan Ramadhan karena mulianya berinfak di bulan Ramadhan. Dalam sebua hadis diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhuma berkata: 

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril Alaihissallam bertemu dengannya. Jibril menemuinya setiap malam Ramadhân untuk menyimak bacaan Al-Qur’annya. Sungguh, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan daripada angin yang berhembus”.

Demikian pentingnya persiapan harta agar memungkinkan berbuat kebajikan lebih banyak pada bulan Ramadhan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabiullah Muhammad SAW, yang juga sekaligus sebagai wahana tarbiyah untuk mengamalkan perintah Allah dalam surat At Taubah ayat 180: 

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Dengan empat pilar persiapan ini kita dapat menyambut Ramadhan dengan kesiapan yang maksimal. Semoga dengan persiapan ini, kita bisa meraih predikat yang dijanjikan bagi orang-orang yang berpuasa dengan iman dan penuh kesungguhan: insan takwa.

*) Nursyamsa Hadis, penulis adalah Pembina Pesantren Hidayatullah Samarinda

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baznas Kutim Himpun Rp21,9 Miliar Zakat pada 2025 untuk 28.161 Mustahik

    Baznas Kutim Himpun Rp21,9 Miliar Zakat pada 2025 untuk 28.161 Mustahik

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Ibrahim Yusuf
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Timur Masnip Sofwan menyampaikan bahwa pada tahun 2025 BAZNAS Kutai Timur berhasil menghimpun dana zakat sebesar Rp21,9 miliar. Dana tersebut telah disalurkan kepada 28.161 mustahik yang tersebar di 18 kecamatan melalui berbagai program, mulai dari pemberian beasiswa perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, bantuan […]

  • Rahasia Anissa Aziza Menjaga Kesehatan Keluarga Saat Perjalanan

    Rahasia Anissa Aziza Menjaga Kesehatan Keluarga Saat Perjalanan

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Parentnial
    • 0Komentar

    Country Manager iNova Pharmaceuticals Indonesia Benyamin Wuisan, Brand Manager Wound Care Fitria Dewi Astari, tokoh publik Anissa Aziza, dokter sekaligus edukator kesehatan dr. Gia Pratama, dalam acara Media Gathering bertajuk Sambut Ramadan Tanpa Khawatir dengan Antiseptik Luka Povidone-Iodine Agar Mudik #TanpaDrama di Daun Muda, Menteng, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2025 (Foto: Adam Sukiman/ Parentnial) MUDIK […]

  • Penyaluran Beasiswa BMH Kutai Timur Dukung Akses Pendidikan Anak Dhuafa

    Penyaluran Beasiswa BMH Kutai Timur Dukung Akses Pendidikan Anak Dhuafa

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Achmad Syuqran
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Unit Layanan Kutai Timur menyalurkan Program Beasiswa Anak Indonesia yang diperuntukkan bagi anak yatim dan dhuafa di wilayah Kutai Timur pada Senin (4/5/2026). Penyaluran dilakukan langsung oleh tim Program Pemberdayaan (Prodaya) sebagai bagian dari agenda layanan pendidikan yang dijalankan lembaga tersebut. Salah satu penerima manfaat adalah Abdul Razaq […]

  • Mendampingi Anak Agar Suka Membaca sebagai Investasi Masa Depan

    Mendampingi Anak Agar Suka Membaca sebagai Investasi Masa Depan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Parentnial
    • 0Komentar

    SEBERAPA besar pengaruh seorang ibu terhadap perkembangan anaknya? Jawabannya, sangat besar. Bahkan, pengaruh tersebut dimulai sejak dalam kandungan.  Ibu yang rutin membaca buku saat hamil tidak hanya memperkaya wawasannya sendiri, tetapi juga menanamkan kecintaan membaca kepada bayinya.  Bayi yang terbiasa mendengar suara ibunya saat membaca akan merasa lebih nyaman dan akrab dengan aktivitas literasi ini. […]

  • SMP AISBA Wakili Kalimantan Timur ke Olimpiade Bahasa Arab Nasional

    SMP AISBA Wakili Kalimantan Timur ke Olimpiade Bahasa Arab Nasional

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Imam Islamic School Balikpapan (AISBA) mencatatkan prestasi gemilang melalui tiga siswanya yang berhasil meraih juara dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Kalimantan Timur.  Kompetisi ini berlangsung di Samarinda beberapa hari lalu dan menjadi ajang penting bagi para pelajar tingkat SMP dalam mengasah kemampuan bahasa Arab. Pengumuman hasil […]

  • Ketua DPD Hidayatullah Bontang Ajak Teguhkan Komitmen Dakwah di Tengah Tantangan Zaman

    Ketua DPD Hidayatullah Bontang Ajak Teguhkan Komitmen Dakwah di Tengah Tantangan Zaman

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Penutupan rangkaian Musyawarah Daerah dan Musyawarah Yayasan Hidayatullah Kota Bontang menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader dalam membaca ulang tantangan dakwah kontemporer. Momentum yang berlangsung khidmat selepas salat subuh, Minggu (14/12/2025), itu tidak hanya menandai berakhirnya agenda organisasi, tetapi juga menegaskan arah perjuangan Hidayatullah di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.  Dalam konteks […]

expand_less