Breaking News
light_mode

Menyusuri Gua Gumantung Cahaya Biru di Perut Maratua

  • account_circle Abdul Aziz
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PULAU Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di gugusan Kepulauan Derawan dan berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi. Pulau ini dikenal sebagai kawasan wisata bahari dengan ekosistem laut yang kaya serta lanskap karst yang khas.

Kehadiran Bandara Maratua yang mulai melayani penerbangan komersial sejak 2017 membuka akses yang lebih mudah bagi wisatawan menuju pulau ini. Dari pulau yang tenang inilah perjalanan menuju salah satu destinasi baru dimulai: Gua Gumantung.

Jejak menuju gua tersebut kini semakin dikenal melalui cerita para pelancong dan unggahan visual yang berseliweran di berbagai beranda digital.

Namun perjalanan menuju tempat ini tetap mempertahankan nuansa petualangan yang sederhana, dengan jalur darat dan trekking singkat yang membawa pengunjung masuk ke ruang alam yang masih alami.

Perjalanan dari Bandara Maratua

Perjalanan menuju Gua Gumantung dimulai dari Bandara Maratua. Dari titik ini, perjalanan darat menuju lokasi dapat ditempuh sekitar tiga puluh menit menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Jalur perjalanan melintasi kawasan kampung dan vegetasi tropis khas pulau kecil.

Bandara Maratua sendiri diresmikan pada 2018 sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah Kepulauan Derawan dengan daerah lain di Indonesia. Sejak saat itu, akses menuju pulau ini menjadi lebih mudah bagi wisatawan maupun peneliti yang ingin mengunjungi kawasan pesisir Kalimantan Timur.

Di sepanjang perjalanan darat menuju lokasi gua, pemandangan yang muncul adalah hamparan pepohonan tropis dan rumah-rumah warga yang tersebar di kampung pesisir. Jalur pulau yang relatif singkat membuat perjalanan terasa ringkas, namun tetap memberi ruang bagi pengunjung untuk merasakan suasana pulau yang tenang.

Trekking Menuju Mulut Gua

Setelah perjalanan darat, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jalur trekking menuju Gua Gumantung memerlukan waktu sekitar dua puluh menit.

Jalan setapak tersebut membawa pengunjung melewati kawasan hutan kecil dengan tanah karst dan vegetasi tropis. Beberapa bagian jalur telah dilengkapi dengan jalur kayu dan akses sederhana yang disiapkan pengelola untuk memudahkan pengunjung mencapai area gua.

Gua Gumantung berada di Kampung Teluk Alulu, salah satu wilayah di Pulau Maratua. Lokasi ini telah lama dikenal masyarakat setempat sebelum akhirnya dibuka secara resmi sebagai destinasi wisata pada April 2025. Sejak pembukaan tersebut, kunjungan wisatawan mulai meningkat dan lokasi ini semakin dikenal sebagai destinasi baru di pulau tersebut.

Kolam Air Jernih di Dalam Gua

Setibanya di lokasi, pengunjung akan menemukan rongga gua yang membentuk ruang alami dengan kolam air di bagian tengahnya. Bentuk gua ini menyerupai lubang vertikal dengan bukaan di bagian atas sehingga cahaya matahari dapat langsung masuk ke dalam ruang gua.

Air di dalam gua tampak jernih dengan warna biru kehijauan. Permukaan air yang tenang memantulkan cahaya dari celah atas gua, menciptakan pantulan cahaya di dinding karst yang mengelilinginya.

Kolam alami tersebut menjadi tempat bagi pengunjung untuk berenang atau bermain air. Suhu air terasa dingin dan segar, berbeda dengan suhu udara di luar gua yang lebih hangat.

Menyusuri Gua dengan Kayak

Selain berenang, pengunjung juga dapat menyusuri area gua menggunakan kayak atau kano yang disediakan pengelola. Aktivitas ini memungkinkan pengunjung bergerak perlahan di atas permukaan air yang tenang sambil menikmati struktur dinding karst yang mengelilingi kolam.

Fenomena menarik lainnya adalah sumber air di dalam gua yang berkaitan dengan sistem perairan laut di sekitar pulau. Air dalam gua berasal dari resapan laut sehingga kondisi permukaan air dapat berubah mengikuti pasang surut laut di kawasan tersebut.

Destinasi Baru di Maratua

Sejak dibuka sebagai destinasi wisata pada 2025, Gua Gumantung mulai menarik perhatian wisatawan. Dalam beberapa bulan pertama setelah pembukaannya, jumlah pengunjung yang datang tercatat mencapai lebih dari seribu orang.

Promosi lokasi ini sebagian besar berkembang melalui media sosial serta pengalaman langsung para pelancong yang membagikan perjalanan mereka.

Kehadiran destinasi baru ini juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyediaan jasa pemandu, penginapan, dan layanan wisata lainnya di Pulau Maratua.

Di ujung perjalanan itu, sebuah kolam air jernih tersembunyi di dalam gua menunggu untuk ditemukan, menjadi bagian dari lanskap alam Maratua yang kini semakin dikenal luas.

  • Penulis: Abdul Aziz
  • Editor: Asri Yusuf

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tantangan dan Tren Baru Kepengasuhan 2025 yang Harus Dipahami Orangtua Masa Kini

    Tantangan dan Tren Baru Kepengasuhan 2025 yang Harus Dipahami Orangtua Masa Kini

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KITA telah menjalani setengah dari awal bulan tahun baru 2025, dan kepengasuhan (parenting) menjadi salah satu aspek kehidupan yang terus berkembang seiring dengan perubahan zaman.  Orangtua milenial, yang kini berada di masa puncak dalam membesarkan anak-anak mereka, dihadapkan pada berbagai tantangan unik yang berbeda dari generasi sebelumnya.  Berbagai faktor seperti teknologi, perubahan pola kerja, hingga […]

  • Menstimulasi Kecerdasan Anak dengan Menulis Tangan atau Ketik Cepat

    Menstimulasi Kecerdasan Anak dengan Menulis Tangan atau Ketik Cepat

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Parentnial
    • 0Komentar

    DI ERA digital ini, anak-anak lebih akrab dengan keyboard dibandingkan pena. Gadget dan laptop telah menggantikan peran buku catatan dalam proses belajar. Tapi tahukah kamu bahwa menulis tangan ternyata punya peran besar dalam menstimulasi kecerdasan anak? Mohammad Fauzil Adhim, ahli parenting dan pegiat Komunitas Psikologi Mengaji, di laman Facebook miliknya menyoroti bagaimana perbedaan fundamental antara […]

  • Mensyukuri 7 Tahun Perjalanan Parentnial.com Menjadi Sahabat Keluarga Indonesia

    Mensyukuri 7 Tahun Perjalanan Parentnial.com Menjadi Sahabat Keluarga Indonesia

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TUJUH tahun bukanlah perjalanan singkat, terutama dalam dunia digital yang bergerak dinamis seperti sekarang. Sejak didirikan, 27 Desember 2017, Parentnial.com telah melakukan upaya luar biasa untuk menjadi lebih dari sekadar media situs portal berita parenting.  Dalam rentang waktu ini, Parentnial.com berhasil memosisikan diri sebagai ensiklopedi keluarga Indonesia yang menawarkan akses informasi kapan saja dan di […]

  • Kenapa Harus Pindah dari Alkohol ke Povidone-Iodine untuk Rawat Luka

    Kenapa Harus Pindah dari Alkohol ke Povidone-Iodine untuk Rawat Luka

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Parentnial
    • 0Komentar

    Brand Manager Wound Care Fitria Dewi Astari dalam acara Media Gathering bertajuk Sambut Ramadan Tanpa Khawatir dengan Antiseptik Luka Povidone-Iodine Agar Mudik #TanpaDrama di Daun Muda, Menteng, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2025 (Foto: Adam Sukiman/ Parentnial) SERING banget kan, kalau luka, refleks langsung tuang alkohol biar steril? Padahal, ini justru bisa jadi masalah, loh!  Brand […]

  • Bupati Angela Tekankan Persatuan dan Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Mahulu

    Bupati Angela Tekankan Persatuan dan Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Mahulu

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan serta memperkuat peran generasi muda dan perempuan dalam pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada penutupan Festival Nugal dan Pasar Seni Rakyat Mahakam Ulu 2025 yang berlangsung di Ujoh Bilang, pada Jumat (17/10/2025) malam. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi […]

  • SMP AISBA Wakili Kalimantan Timur ke Olimpiade Bahasa Arab Nasional

    SMP AISBA Wakili Kalimantan Timur ke Olimpiade Bahasa Arab Nasional

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Imam Islamic School Balikpapan (AISBA) mencatatkan prestasi gemilang melalui tiga siswanya yang berhasil meraih juara dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Kalimantan Timur.  Kompetisi ini berlangsung di Samarinda beberapa hari lalu dan menjadi ajang penting bagi para pelajar tingkat SMP dalam mengasah kemampuan bahasa Arab. Pengumuman hasil […]

expand_less