IPKN 2026 Kaltim Terbaik Nasional pada Dimensi Lingkungan Pendukung Pariwisata
- account_circle Kaltim News
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SAMARINDA — Kalimantan Timur menempati peringkat pertama nasional pada dimensi lingkungan pendukung dalam Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) 2026, dengan skor 5,350. Capaian ini menjadi salah satu keunggulan daerah ini dalam penilaian pembangunan pariwisata terhadap 38 provinsi di Indonesia, meskipun secara keseluruhan Kaltim berada di posisi kelima dengan skor 4,515.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, menyebut hasil tersebut sebagai capaian bersama seluruh pemangku kepentingan pariwisata. Menurutnya, posisi Kaltim pada dimensi lingkungan pendukung menunjukkan potensi yang dapat menjadi modal untuk memperkuat ekosistem pariwisata daerah.
“Alhamdulillah Kaltim bisa masuk lima besar nasional dari penilaian IPKN Kementerian Pariwisata. Tentu ini prestasi bersama seluruh pemangku kepentingan kepariwisataan di Kaltim,” ujarnya dalam rilis laman Pemprov Kaltim, Senin (19/10/2026).
Pada dimensi infrastruktur dan pelayanan, Kaltim juga mencatat kinerja yang kompetitif dengan menempati peringkat ketiga nasional dan skor 4,760. Sementara itu, peringkat keseluruhan IPKN 2026 dipimpin Bali dengan skor 5,091, disusul DI Yogyakarta sebesar 4,831, Jawa Timur 4,698, dan DKI Jakarta 4,654.
Terus Optimalkan Kekayaan Destinasi
Penilaian IPKN 2026 mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 1 Tahun 2026. Evaluasinya mencakup lima dimensi utama, 17 pilar, dan 99 indikator, sehingga menggambarkan berbagai aspek yang memengaruhi pembangunan sektor pariwisata.
Faisal mengatakan hasil tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan kekayaan destinasi, budaya lokal, keanekaragaman flora dan fauna, serta potensi alam dan ekonomi kreatif. Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga disebut sebagai bagian dari peluang pengembangan pariwisata di Kalimantan Timur.
“Pemprov Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas ekosistem pariwisata melalui kolaborasi, inovasi, dan kreativitas. Sehingga semakin dikenal, memiliki daya saing, dan berdampak bagi masyarakat,” tutupnya.
Capaian pada dimensi lingkungan pendukung dan infrastruktur tersebut dinilai menjadi modal bagi Kaltim untuk memperkuat daya saing destinasi.
Tantangan berikutnya menurut Faisal adalah menjaga kualitas ekosistem pariwisata agar potensi daerah dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
- Penulis: Kaltim News


