Breaking News
light_mode

UIN Antasari Kukuhkan Dr Kusnadi dengan Disertasi Transformasi Pernikahan Santri

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


KABAR
bahagia kembali mengalun di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah. Setelah keberhasilan menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda IX untuk 184 alumni, kampus ini kembali menorehkan catatan penting dalam sejarah akademiknya. 

Kali ini, pencapaian tersebut datang dari sosok akademisi senior dosen STIS Hidayatullah, Dr. Kusnadi, S.H.I., M.Hum., yang resmi menyandang gelar doktor bidang Hukum Keluarga (HK) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin.

Kusnadi, yang dikenal sebagai dosen pengampu mata kuliah Ulumul Hadits, meraih gelar doktor melalui disertasi berjudul “Transformasi Sistem Pernikahan Para Santri Pondok Pesantren di Kalimantan Timur dalam Perspektif Maqashid al-Syari’ah dan Sosiologis”. 

Penelitian ini tidak hanya memotret perubahan praktik pernikahan di kalangan santri, tetapi juga menafsirkan perubahan tersebut dengan lensa ganda—yakni tujuan-tujuan syariat Islam (maqashid al-syari’ah) dan analisis sosial.

Sidang Terbuka

Prosesi ujian terbuka berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Antasari, Banjarmasin. Tim penguji terdiri dari akademisi senior Prof. H. Zulfa Jamafie, M.Pd., Ph.D. (Ketua Dewan Penguji), Prof. Dr. H. M. Fahmi Al-Amruzi, M.Hum., Dr. Wahyuddin, M.Pd.I., Dr. Hj. Rabiatul Adawiyah, Mag., Dr. H. Nuril Khasyi’in, Lc., M.A., serta Dr. H. Akhmad Haries, S.Ag., M.S.I. (Penguji Eksternal).

Alhamdulillah, prosesi ujian terbuka berjalan dengan lancar, resmi menyandang gelar Dr. Kusnadi, S.H.I., M.Hum.,” ungkap Ustadz Fuad Rifqie, Ketua Prodi Hukum Keluarga STIS Hidayatullah, yang mendampingi Kusnadi di ruang sidang pada Senin (11/8/2025).

Usai sidang, ucapan selamat dan doa mengalir deras melalui berbagai grup media sosial. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. H. Nashirul Haq, mengirim pesan singkat: “Barakallah fikum wa nafa’a bikum al-Islam wal Muslimin.”

Pesan senada juga disampaikan Ust. H. Muhammad Dinul Haq, Lc., dosen PUZ STIS Hidayatullah: “Barakallah fik wa nafa’a bika.”

Dr. Abdurrohim dari BP2SDI Ummul Qura Balikpapan turut menulis: “Barakallah fika.” Sementara Habib Lukman Alatas, anggota Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur, mengucap, “Mabruk, Ustadz Kusnadi.”

Kusnadi membalas penuh rasa syukur: “Saya ucapkan terima kasih atas doa pian sekalian untuk kelancaran dan kesuksesan hingga meraih gelar Dr. ini. Jazakumullah khairan katsiran.

Antara Maqashid al-Syari’ah dan Sosiologi

Judul disertasi Kusnadi mengandung dua poros penting yaitu maqashid al-syari’ah dan perspektif sosiologis. Dalam kajian hukum Islam, maqashid al-syari’ah adalah konsep yang menekankan tujuan-tujuan utama syariat, seperti menjaga agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-‘aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal).

Ketika topik ini dihubungkan dengan “sistem pernikahan para santri”, Kusnadi mengajak pembaca akademik untuk memahami bahwa pernikahan di pesantren bukan sekadar akad formal. Ia adalah institusi sosial-religius yang bertujuan menjaga moral, memperkuat jaringan keluarga, dan melestarikan nilai-nilai keislaman.

Dari sudut pandang sosiologis, pernikahan juga merupakan fenomena sosial yang dipengaruhi perubahan zaman, mobilitas santri, interaksi lintas budaya, serta perkembangan teknologi informasi. 

Perubahan sistem pernikahan di pesantren Kalimantan Timur yang diamati Kusnadi mencakup hal-hal seperti mekanisme penjodohan, proses ta’aruf, keterlibatan keluarga, hingga adaptasi terhadap regulasi negara.

Transformasi Sistem Pernikahan

Kusnadi menyoroti bahwa transformasi sistem pernikahan di Pesantren Hidayatullah yang menjadi salah satu objek penelitiannya tidak semata-mata karena perubahan sosial umum, tetapi juga karena kesadaran baru di kalangan santri dan pengelola pesantren akan pentingnya tujuan syariat.

Dalam penelitiannya, Kusnadi menyoroti ruang lebih besar bagi santri untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Proses ta’aruf yang dulu serba tradisional kini memanfaatkan media digital melalui penghubung dan tetap dalam batas-batas syariah.

Pendekatan ini menurutnya mencerminkan prinsip hifz al-nasl (menjaga keturunan) yang dikombinasikan dengan kesadaran akan hak-hak individu dalam masyarakat modern. Di sinilah pendekatan sosiologis memberi kedalaman bahwa transformasi bukan berarti meninggalkan nilai, tetapi mengaktualisasikannya sesuai konteks zaman.

Kesimpulan penelitian Kusnadi bersifat optimistis. Ia menegaskan bahwa perubahan sistem pernikahan di pesantren menunjukkan sinergi harmonis antara nilai-nilai Islam dan adaptasi sosial. Transformasi ini membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi agen pembaruan sosial tanpa kehilangan otentisitasnya.

Dengan mengintegrasikan maqashid al-syari’ah, sistem pernikahan tetap menjaga tujuan utama syariat yakni melindungi moral, keturunan, dan kehormatan, serta menjawab tantangan sosiologis seperti keterbukaan informasi, perubahan peran gender, dan interaksi antarbudaya.

Pesantren, dalam pandangan Kusnadi, tidak hanya berfungsi sebagai benteng moral, tetapi juga laboratorium sosial yang dinamis. Perubahan yang dikelola dengan prinsip maqashid dapat menciptakan model pernikahan santri yang menjadi teladan, bukan hanya bagi komunitas pesantren, tetapi juga masyarakat luas.

Warisan Akademik

Pencapaian Kusnadi menegaskan pentingnya peran dosen dan peneliti dalam memadukan kajian syariah dan ilmu sosial. Gelar doktor yang telah diraihnya menjadi pintu untuk kontribusi lebih luas dalam pengembangan hukum keluarga Islam di Indonesia.

Bagi STIS Hidayatullah, keberhasilan ini menjadi kebanggaan dan sumber motivasi. Bagi dunia akademik, penelitian Kusnadi adalah contoh bahwa studi hukum Islam tidak harus terjebak pada teks semata, melainkan bisa dihidupkan dengan analisis sosial yang relevan.

Dan bagi para santri, pencapaian Kusnadi ini adalah pengingat bahwa perjalanan intelektual bisa dimulai dari bilik pesantren hingga podium akademik tertinggi, selama ada kesungguhan, keikhlasan, dan visi yang jelas.

MASYKUR SUYUTHI

Tags
  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus MUI Kaltim 2025–2030 Dikukuhkan, KH Farid Wadjdy Ketua Wantim dan KH Muhammad Rasyid Ketua Umum

    Pengurus MUI Kaltim 2025–2030 Dikukuhkan, KH Farid Wadjdy Ketua Wantim dan KH Muhammad Rasyid Ketua Umum

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Sirajuddin Rajab
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — KH. Farid Wadjdy resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur untuk masa khidmat 2025–2030, bersanding dengan KH. Muhammad Rasyid yang mengemban amanah sebagai Ketua Umum MUI Kalimantan Timur. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH. Muhammad Cholil Nafis, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor […]

  • Inilah 5 Tips Jitu Pertahankan Kualitas Keintiman Bagi Pasangan Usia 40 Tahun ke Atas

    Inilah 5 Tips Jitu Pertahankan Kualitas Keintiman Bagi Pasangan Usia 40 Tahun ke Atas

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MENJAGA kualitas hubungan intim dalam pernikahan bagi pasangan yang sudah berusia 40 tahun ke atas adalah tantangan tersendiri.  Pada usia ini, perubahan fisik dan emosional seringkali mempengaruhi dinamika hubungan, termasuk dalam hal keintiman. Namun, hubungan intim tetap penting bagi keharmonisan rumah tangga dan kualitas hidup secara keseluruhan.  Bahkan, dalam Islam, romantisme antara suami dan istri […]

  • Ikhwan Antasari Paparkan Program Paser Beraksi dalam Forum Pengendalian Inflasi

    Ikhwan Antasari Paparkan Program Paser Beraksi dalam Forum Pengendalian Inflasi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari, S.Sos., memaparkan salah satu program unggulan Kabupaten Paser bertajuk “Paser BERAKSI” (BeteRnak Ayam atasi gejolaK InflaSI) sebagai langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan, khususnya telur ayam ras. Program tersebut disampaikan Wabup Ikhwan dalam forum High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim […]

  • Investasi Ritel Baru Azko Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berau

    Investasi Ritel Baru Azko Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berau

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Ahmad Djajadi
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Direktur Operasional Sales Azko, Rinekso Widyanto, menyampaikan harapannya agar kehadiran Azko di Kabupaten Berau dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peresmian pembukaan Toko Azko yang berlangsung […]

  • Yayasan Hidayatullah Karang Bugis Balikpapan Resmi Berdiri

    Yayasan Hidayatullah Karang Bugis Balikpapan Resmi Berdiri

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Eskaer Eljihad
    • 0Komentar

      BALIKPAPAN, KALTIM.NEWS — Yayasan Hidayatullah Karang Bugis Balikpapan resmi dikukuhkan sebagai lembaga yang diharapkan memperkuat peran dakwah, pendidikan, dan pembinaan karakter masyarakat. Peresmian berlangsung di Aula LPIH Luqman Al Hakim Balikpapan, Jalan Sultan Alauddin, Karang Bugis Dalam, Sabtu (1/8/2026), sekaligus menjadi tonggak baru dalam melanjutkan sejarah panjang perjuangan Hidayatullah di kawasan yang menjadi titik […]

  • Gerakan Ramadhaniyah Libatkan 255 Mahasiswa STIS dan PUZ di 38 Titik Pengabdian

    Gerakan Ramadhaniyah Libatkan 255 Mahasiswa STIS dan PUZ di 38 Titik Pengabdian

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Ahmad Djajadi
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN — Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Hidayatullah Balikpapan bersama Program Pendidikan Ulama Zuama (PUZ) secara resmi memberangkatkan 255 mahasiswa untuk menjalankan Gerakan Ramadhaniyah 1447 Hijriyah yang dilaksanakan di lebih dari 38 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, Rizky Kurnia Sah, mengatakan program ini sebagai bagian dari penguatan kaderisasi nasional […]

expand_less