Breaking News
light_mode

Pentingnya Jalani Ramadan dengan Bijak dalam Manajemen Konsumsi

  • account_circle Parentnial
  • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


DEPOK –
– Ramadhan adalah momentum refleksi dan efisiensi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pola konsumsi. Namun, tak jarang, Ramadan justru identik dengan konsumsi makanan berlebihan, yang secara ekonomi boros dan secara kesehatan kurang ideal. Fenomena ini berlawanan dengan esensi Ramadan yang mengajarkan kesederhanaan dan pengendalian diri.

Demikian diantara benang merah dari acara Halaqah Gabungan dan Tarhib Ramadhan yang digelar Muslimat Hidayatullah Depok bersama PW Mushida Jawa Barat dengan tema “Ibu Hebat Mengantarkan Keluarga Sehat Menjalankan Ibadah Ramadhan di Gedung Aula Sekolah Pepimpin (SP) Hidayatullah Depok, pada Ahad (23/2/2025). 

Acara ini menghadirkan Febi Sukma, S.ST., M.Keb, seorang akademisi sekaligus aktivis kesehatan dan pemberdayaan perempuan muslimah, sebagai pemateri utama.

Menurut Febi, penting bagi kita untuk mengadopsi gaya hidup hemat dan sehat selama bulan suci ini, salah satunya dengan menyusun menu berbuka dan sahur yang sederhana namun tetap memenuhi kebutuhan gizi tubuh.

Salah satu kesalahan umum saat Ramadan adalah peningkatan pengeluaran untuk makanan. Banyak orang terdorong untuk membeli atau memasak berbagai jenis hidangan tanpa perencanaan matang.

“Akibatnya jelas, selain boros secara finansial, banyak makanan yang akhirnya terbuang sia-sia,” kata Febi. 

Karena itu, untuk menghindari hal ini, strategi pengelolaan anggaran yang efektif perlu diterapkan, misalnya dengan menyusun daftar belanja berbasis kebutuhan esensial dan menghindari pembelian impulsif.

Hemat bukan berarti mengorbankan kesehatan. Justru, pola makan yang lebih sederhana dapat meningkatkan kualitas kesehatan karena cenderung menghindari makanan olahan dan berlemak tinggi. 

Mengurangi Porsi Makan

Salah satu hikmah Ramadan adalah melatih diri untuk hidup lebih sederhana dan fokus pada aspek spiritual. Ironisnya, banyak orang justru mengalami lonjakan berat badan selama Ramadan akibat pola makan yang tidak terkontrol saat berbuka dan sahur.

Febi mengajak para ibu untuk memasak dan makan secukupnya guna menghindari makanan terbuang sia-sia. Disamping itu, ajaran Islam melarang berlebih-lebihan dalam konsumsi makanan termasuk di bulan Ramadhan bertentangan dengan ajaran Islam. 

“Rasulullah sendiri berbuka puasa dengan beberapa butir kurma dan air sebelum melaksanakan shalat Magrib. Ini menunjukkan bahwa kesederhanaan adalah kunci utama dalam menjaga pola makan yang sehat,” ungkapnya.

Febi Sukma mengangkat bagaimana Ramadhan bisa menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif terhadap lingkungan dan kesehatan. Ia menegaskan bahwa perubahan pola hidup selama bulan suci ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas jika dilakukan dengan kesadaran penuh.

Febi mengajak untuk mulai mengurangi konsumsi plastik, terutama dalam penggunaan kantong dan kemasan makanan sekali pakai. Ia menekankan bahwa ibu sebagai pengelola rumah tangga memiliki peran besar dalam menentukan kebiasaan keluarga. 

“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan, ibu adalah penentu kelestarian lingkungan yang dimulai dari hal-hal terkecil seperti mulai mengurangi penggunaan plastik di rumah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Febi mengingatkan pentingnya mengurangi konsumsi makanan manis yang berlebihan. Kebiasaan ini, menurutnya, tidak hanya merugikan kesehatan tetapi juga menciptakan limbah makanan yang tidak perlu. 

“Kurangi konsumsi manis-manis sebagai sumber penyakit. Jika memasak, lakukan secukupnya agar tidak ada yang terbuang,” ujarnya.

Febi juga menekankan bahwa puasa bukan alasan untuk mengabaikan olahraga dan aktivitas fisik. Ia mendorong masyarakat untuk tetap menjaga kebugaran tubuh meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. “Kita ubah pola hidup kita agar tetap sehat, walaupun puasa harus tetap olahraga,” serunya.

Febi mengutip Surah Al-A’raf Ayat 56 yang berbunyi “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya. Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Ayat tersebut, menurutnya, sangat relevan dengan semangat Ramadhan yang mengajarkan umat Islam untuk lebih peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Febi dalam paparannya juga menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan madrasah untuk memperbaiki diri. 

“Mari kita manfaatkan bulan suci ini sebagai kesempatan untuk membangun kebiasaan yang lebih sehat dan ramah lingkungan,” pungkasnya.

  • Penulis: Parentnial

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecamatan Marangkayu Gelar Pelatihan Kuliner untuk Dorong Wirausaha Baru

    Kecamatan Marangkayu Gelar Pelatihan Kuliner untuk Dorong Wirausaha Baru

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Pemerintah Kecamatan Marangkayu terus mengupayakan peningkatan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyelenggaraan pelatihan kuliner yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Batu Menetas, Jalan Batu Menetas RT 17, Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat serta pelaku usaha […]

  • Fun Game Mancing Udang Galah Borneo Perkuat Kepedulian terhadap Kelestarian Sungai

    Fun Game Mancing Udang Galah Borneo Perkuat Kepedulian terhadap Kelestarian Sungai

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Fun Game Mancing Udang Galah Borneo Sangatta menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya Sungai Sangatta, melalui kegiatan yang memadukan olahraga rekreasi dengan aksi pelestarian alam. Kegiatan yang merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 tersebut secara resmi dilepas Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, di Dermaga Majai, Jalan […]

  • Ayah Juga Bisa! Peran Dude Harlino dalam Lawan GTM si Kecil

    Ayah Juga Bisa! Peran Dude Harlino dalam Lawan GTM si Kecil

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Parentnial
    • 0Komentar

    KEHIDUPAN pernikahan Dude Harlino dan Alyssa Soebandono terasa semakin berwarna dengan kehadiran tiga buah hati mereka.  Dua jagoan kecilnya, Muhammad Dirgantara (10) dan Malik Mahendra Harlino (7), kini semakin lengkap dengan kehadiran putri bungsu mereka, Aisyah Aulia Putri Harlino, yang masih di bawah satu tahun.  Namun, perjalanan parenting mereka tidak selalu mulus, apalagi ketika menghadapi […]

  • Dosen Unmul Teliti Kolaborasi Heksa Helix dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir

    Dosen Unmul Teliti Kolaborasi Heksa Helix dalam Pengembangan Ekowisata Pesisir

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Dosen Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan penelitian atas dukungan hibah BIMA 2026 yang mengkaji pengembangan komunitas ekowisata pesisir di Kota Bontang dan Kabupaten Berau. Penelitian tersebut memperoleh pendanaan melalui Program Hibah BIMA 2026 yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. BIMA merupakan singkatan dari Basis […]

  • Pemkab Mahakam Ulu dan BULOG Teken MoU Perkuat Ketahanan Kebutuhan Dasar

    Pemkab Mahakam Ulu dan BULOG Teken MoU Perkuat Ketahanan Kebutuhan Dasar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Ahmad Djajadi
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin (9 Maret 2026). Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menindaklanjuti proses hibah tanah yang sedang berlangsung di […]

  • Gelorakan Visi Daerah Pasca Migas, Muhammad Aswar Jadi Pembeda di Pilkada Bontang

    Gelorakan Visi Daerah Pasca Migas, Muhammad Aswar Jadi Pembeda di Pilkada Bontang

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MUHAMMAD Aswar, nama yang kini mencuat sebagai salah satu tokoh paling diperhitungkan dalam kancah politik Kota Bontang. Tidak hanya karena ia merupakan kandidat termuda dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bontang 2024, tetapi juga karena gagasan-gagasannya yang visioner mengenai masa depan kota ini.  Dalam perjalanan sepak terjangnya sejak mahasiswa, aktifis, dan sebagai masyarakat sipil, sosok Aswar […]

expand_less