DMW Hidayatullah Kaltim Tegaskan Peran sebagai Solusi bagi Umat
- account_circle Kaltim News
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BALIKPAPAN, KALTIM.NEWS — Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah, Ust. Dr. H. Tasyrif Amin, M.Pd.I., menegaskan bahwa alumni Marhalah Wustha Hidayatullah dituntut memiliki kemampuan mendialogkan ajaran Islam secara terbuka, argumentatif, dan kontekstual di tengah masyarakat serta menghadirkan kontribusi nyata bagi umat.
Penegasan tersebut disampaikan Tasyrif saat membuka secara resmi Daurah Marhalah Wustha (DMW) yang diselenggarakan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Timur di Kampus Induk Ummul Qura Hidayatullah Balikpapan.
Kegiatan kaderisasi yang berlangsung selama empat hari, 10–13 Juli 2026 itu diikuti 25 peserta yang berasal dari berbagai institusi, organisasi, dan amal usaha Hidayatullah se-Kalimantan Timur, serta sejumlah peserta dari Kalimantan Utara.
Mengusung tema “Terwujudnya Kader Penggerak Halaqah sebagai Wasilah Membangun Peradaban Islam”, DMW disebut menjadi salah satu tahapan strategis dalam membentuk kader yang memiliki kematangan pemikiran, kepemimpinan, dan kemampuan menggerakkan halaqah sebagai instrumen pembinaan umat.
Dalam pemaparannya, Tasyrif Amin menjelaskan bahwa Daurah Marhalah Wustha merupakan jenjang kaderisasi lanjutan setelah Marhalah Ula. Menurutnya, terdapat perbedaan orientasi yang mendasar antara kedua jenjang tersebut.
“Apabila Marhalah Ula lebih berorientasi pada pemahaman normatif dan tekstual mengenai dasar-dasar Islam, maka alumni Marhalah Wustha dituntut memiliki kemampuan mendialogkan ajaran Islam secara terbuka, argumentatif, dan kontekstual di tengah masyarakat,” ujar Tasyrif dalam keterangannya kepada Kaltim.news, Senin (13/7/2026).
Ia menambahkan, lulusan DMW diharapkan mampu menjadi penggerak halaqah sekaligus calon pemimpin Hidayatullah pada berbagai lini pengabdian. Selain memiliki kedalaman pemahaman keislaman, para kader juga diharapkan menjadi pribadi yang menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi umat dan organisasi.
“Alumni DMW diharapkan mampu menjadi kader yang solutif, menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan organisasi, serta menjadi bagian dari penyelesaian berbagai persoalan, bukan justru menjadi sumber persoalan,” tegasnya.
DMW menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pimpinan Hidayatullah, yaitu Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah Ustadz Dr. Nashirul Haq, Lc., M.A., Anggota Majelis Penasehat Hidayatullah Ustadz Drs. Nursyamsa Hadis, Ketua Dewan Murabbi Pusat Ustadz Dr. Tasyrif Amin, M.Pd.I., serta Anggota Dewan Murabbi Pusat Ustadz Drs. M. Nur Fuad, M.A.
Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, KH. Hizbullah AS, S.Pd.I., menegaskan bahwa DMW merupakan bagian dari proses kaderisasi yang berkelanjutan untuk menjaga kesinambungan perjuangan dakwah.
“Agenda daurah ini merupakan wahana transformasi jati diri sekaligus penguatan ruh perjuangan. Melalui kaderisasi yang berkelanjutan inilah Hidayatullah akan terus melahirkan kader-kader yang siap mengemban amanah perjuangan di berbagai lini kehidupan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Ummul Qura Balikpapan, Ustadz Dr. Arfan, M.Pd.I., menyampaikan bahwa penyelenggaraan DMW di Kampus Induk Ummul Qura sejalan dengan komitmen lembaga dalam memperkuat pembinaan kader dan mewujudkan cita-cita pembangunan peradaban Islam yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
- Penulis: Kaltim News



