DPW Hidayatullah Kaltim Selenggarakan Diskusi “Ngopi” Bersama Generasi Muda
- account_circle Charles Yusuf
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — DPW Hidayatullah Kaltim Selenggarakan Diskusi “Ngopi” Bersama Generasi Muda Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Timur melalui Departemen Perkaderan dan Departemen Organisasi menggelar kegiatan bertajuk Ngopi (Ngobrolin Perkara Ideologi) yang berlangsung di Kantor DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Jalan Gitar No. 5, Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Jakarta, Ustadz Akib Junaid Kahar, yang merupakan Anggota Majlis Mudzakarah Hidayatullah. Acara tersebut diikuti oleh perwakilan GMH (Gerakan Mahasiswa Hidayatullah) Kalimantan Timur, PW Pemuda Hidayatullah Kalimantan Timur, serta mahasiswa Hidayatullah yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kota Samarinda.
Dalam pemaparannya, Akib Junaid Kahar menekankan pentingnya kader muda Hidayatullah memahami visi besar perjuangan Hidayatullah. Menurutnya, kader muda harus memiliki sikap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang perjuangan.
“Kader muda Hidayatullah harus optimis. Apa yang mungkin terlihat mustahil bagi orang lain, bukan sesuatu yang mustahil bagi kader Hidayatullah. Karena itu, kita harus terus memantaskan diri, terus berproses, dan mempersiapkan diri sebagai calon pelanjut perjuangan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap kader memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran dalam perjuangan dakwah sebagai bagian dari amal saleh dan konsekuensi keimanan.
Sementara itu, dalam closing statement-nya, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Hizbullah AS, menyampaikan bahwa program Ngopi merupakan bentuk komitmen lembaga dalam memaksimalkan peran pemuda dan mahasiswa Hidayatullah dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Hizbullah mencontohkan perjalanan para nabi dalam proses kepemimpinan. Nabi Musa AS, kata beliau, sejak dini telah ditempa untuk menjadi pemimpin melalui pengalaman keluar masuk istana. Demikian pula Nabi Yusuf AS yang harus melewati berbagai ujian berat sebelum akhirnya menjadi pemimpin.
“Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa kepemimpinan lahir dari proses panjang, ujian, dan pembinaan yang serius. Karena itu, pemuda dan mahasiswa Hidayatullah harus terus menyiapkan diri sejak sekarang,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa agenda Ngobrolin Perkara Ideologi akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan menghadirkan narasumber dari internal maupun eksternal Hidayatullah.
Program ini diharapkan dia dapat memperluas wawasan, memperkuat pemahaman ideologis, serta membentuk aktivis dakwah yang memiliki cara pandang luas dan komprehensif dalam menghadapi dinamika umat dan tantangan zaman.
- Penulis: Charles Yusuf
- Editor: Liyana Zahirah





