Kemenag Bontang Ajak Orang Tua Jadikan Al-Qur’an Fondasi Pendidikan Anak
- account_circle Muhammad Taufiq
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BONTANG, KALTIM.NEWS — Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Bontang H. Sultani, S.Ag., M.Pd., yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan benteng utama bagi anak-anak di tengah tantangan globalisasi dan derasnya pengaruh media sosial.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Khatmil Qur’an dan Uji Publik Metode Al Hidayah yang diikuti 47 siswa kelas III, IV, dan V MI Ar Riyadh Hidayatullah di Gedung MUI Kota Bontang, Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Dalam sambutannya, Sultani menyampaikan bahwa khatmil Al-Qur’an bukan menjadi akhir proses pembelajaran, melainkan awal dari komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, capaian tersebut merupakan implementasi perintah membaca (Iqra’) sekaligus wujud pengamalan hadis tentang keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an.
“Al-Qur’an bukan sekadar dibaca sampai khatam, tetapi cahaya hati yang harus menyinari kehidupan. Dibaca, difahami, lalu diamalkan. Karena sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus,” ujarnya mengutip makna Surah Al-Isra ayat 9.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab membentuk generasi Qurani tidak berhenti setelah prosesi khatmil selesai. Peran orang tua dan guru dinilai sangat penting agar Al-Qur’an terus hadir dalam kehidupan anak, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan.
“Di tengah arus globalisasi dan dampak negatif media sosial hari ini, Al-Qur’an adalah benteng utama anak-anak kita. Tugas kita belum selesai. Pastikan Qur’an tetap hidup di rumah dan di hati mereka untuk difahami kandungannya, diamalkan dan didakwahkan,” tegasnya.
H. Sultani turut menyampaikan apresiasi kepada para guru MI Ar Riyadh Hidayatullah atas dedikasi dalam membimbing peserta didik mempelajari Al-Qur’an. Menurutnya, setiap huruf yang diajarkan bernilai kebaikan dan menjadi bagian dari ilmu yang terus mengalir manfaatnya.
Ia menambahkan, semangat Hari Pendidikan Nasional sejalan dengan upaya melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan beriman. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menyatukan visi antara madrasah dan keluarga agar pendidikan berbasis Al-Qur’an terus menjadi fondasi pembentukan karakter anak.
Di akhir sambutannya, H. Sultani mengucapkan selamat kepada seluruh peserta khatmil serta mengajak mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sepanjang kehidupan, bukan hanya pada momentum seremonial.
- Penulis: Muhammad Taufiq
- Editor: Syakir Maarif



