Neni Moerniaeni Tekankan Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak
- account_circle Kaltim News
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat membuka Talk Show dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat pagi, 3 Juli 2026 (Foto: Dok. Diskominfo Bontang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyoroti fenomena fatherless sebagai salah satu isu yang perlu mendapat perhatian dalam penguatan ketahanan keluarga. Menurutnya, ayah memiliki peran penting bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, pelindung, sekaligus teladan bagi anak. Hal tersebut disampaikan saat membuka Talk Show Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang bersama Forum GenRe Indonesia Kota Bontang tersebut dihadiri Kepala DP3AKB Bachtiar Mabe, Ketua Komite I DPD RI Dr. Andi Sofyan Hasdam, para Duta GenRe, serta perwakilan duta remaja dari berbagai organisasi di Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional hendaknya menjadi momentum memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter, akhlak, tanggung jawab, serta nilai-nilai kehidupan anak.
Ia menjelaskan, fenomena fatherless tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan sosok ayah, tetapi juga ketika ayah hadir secara fisik namun kurang terlibat dalam proses pengasuhan dan pendampingan emosional anak.
“Kurangnya perhatian dalam keluarga dapat meningkatkan risiko berbagai persoalan sosial, mulai dari kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, hingga pernikahan usia anak,” ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Bontang terus mendorong penguatan delapan fungsi keluarga serta meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Upaya tersebut berjalan seiring dengan program pembangunan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas generasi muda melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.
Kepada para Duta GenRe, anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta duta remaja, Wali Kota mengajak agar menjadi pelopor perubahan dengan merencanakan masa depan secara matang, menjauhi perilaku berisiko, dan terus mengembangkan potensi diri.
Ketua Panitia, Taranty Shakila Balqis, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kehadiran ayah dalam keluarga.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran ayah dalam membangun keluarga yang kuat dan melahirkan generasi yang berkualitas,” ungkap Tara.
Rangkaian kegiatan juga diisi pembekalan dari Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam serta penyampaian materi mengenai Hari Keluarga Nasional dan promosi Program UNMUTE yang mendorong terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang remaja.
- Penulis: Kaltim News



