Hidayatullah Sangatta Susun Roadmap Penguatan Mutu Pendidikan
- account_circle Riky Noviyanto
- calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA, KALTIM.NEWS — Rapat Kerja Pendidikan Hidayatullah Sangatta menegaskan komitmen peningkatan mutu pendidikan sebagai fokus utama pengembangan lembaga dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan. Kegiatan bertema “Peningkatan Mutu Pendidikan Hidayatullah Sangatta” tersebut berlangsung pada 15–20 Juni 2026 di Aula Pondok Pesantren Hidayatullah Sangatta dengan melibatkan unsur pengawas sekolah, yayasan, serta tenaga pendidik dari seluruh unit pendidikan.
Ketua Yayasan Hidayatullah Sangatta, Achmad Rasyidinnur, memaparkan sejumlah tantangan pendidikan berdasarkan berbagai indikator. Ia menyampaikan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-69 dari 81 negara peserta.
Di tingkat daerah, menurutnya, Kutai Timur masih menghadapi persoalan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), keterbatasan infrastruktur pendidikan, serta kekurangan tenaga pendidik seiring pertumbuhan penduduk.
Merespons kondisi tersebut, Hidayatullah Sangatta menyusun roadmap pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu peserta didik, penguatan kompetensi pendidik, pengembangan sumber daya, serta tata kelola lembaga yang adaptif dan berkelanjutan.
“Melalui arah kebijakan tersebut, Pondok Pesantren Hidayatullah Sangatta berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor tarbiyah dan dakwah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kutai Timur,” kata Achmad Rasyidinnur.
Forum ini, terang Achmad Rasyidinnur, menjadi ruang penyusunan strategi pengembangan pendidikan yang mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan tata kelola, serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah Sangatta yang saat ini mengelola jenjang TK Integral, SD Integral, dan SMP Integral Boarding School.
Dalam sesi pembinaan, Pengawas TK, Rusini, M.Pd., menekankan pentingnya keseimbangan antara pencapaian akademik dan pembentukan karakter peserta didik sejak usia dini.
“Jangan berfokus kepada kognitif saja. Saya mengapresiasi peresmian TTQ karena menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan pemahaman agama anak. Di lapangan saat ini banyak anak SMP bahkan SMA yang tidak bisa mengaji,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya hidup bersih sejak taman kanak-kanak karena kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjadi bagian dari pembentukan karakter anak.
Sementara itu, Pengawas SD, Tasmin, S.Ag., M.Pd., memberikan arahan mengenai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), akreditasi, serta penguatan tujuan penyelenggaraan pendidikan.*/
- Penulis: Riky Noviyanto
- Editor: Liyana Zahirah



