Workshop Kurikulum Nabawiyah Perkuat Pendidikan di SIT Daarussalaam Sangatta
- account_circle Kaltim News
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA, KALTIM.NEWS — Sekolah Islam Terpadu (SIT) Daarussalaam Sangatta menggelar Workshop Kurikulum Nabawiyah selama empat hari yang dibuka pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam ini diikuti oleh seluruh unsur tenaga pendidik, mulai dari PAUDIT, SDIT, SMPIT, SMAIT, hingga guru inklusi. Workshop menghadirkan konsultan pendidikan dari Jakarta, Ir. Amalia Husna Bahar, M.Pd., yang telah lama mendalami kajian Sirah Nabawiyah sebagai landasan pengembangan pendidikan.
Forum ini bermakna untuk memperluas pemahaman pendidik mengenai konsep pendidikan yang mendasari perjalanan hidup Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam .
Pembahasan tidak hanya fokus pada fase dakwah, tetapi juga menelaah proses pendidikan sejak sebelum kelahiran, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga akhir kehidupan Rasulullah sebagai sumber inspirasi dalam penyusunan kurikulum yang berorientasi pada pembentukan karakter.
Dalam salah satu sesi penyajiannya, Amalia Husna Bahar mengetengahkan bahwa Kurikulum Nabawiyah mengajarkan bahwa pendidikan karakter dibangun melalui proses yang utuh, berkesinambungan, dan berlandaskan keteladanan. Sirah Rasulullah menghadirkan nilai-nilai yang tetap relevan untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Ia menjelaskan bahwa Sirah Nabawiyah memberikan gambaran mengenai pentingnya membangun lingkungan belajar yang aman, menghargai martabat peserta didik, dan mengedepankan pendekatan pendidikan yang humanis. Menurutnya, nilai kasih sayang, rasa hormat terhadap sesama, serta pembinaan akhlak menjadi fondasi yang dapat diintegrasikan dalam praktik pendidikan modern.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian peserta adalah telaah mengenai praktik pendidikan Rasulullah yang dipandang memberikan perspektif terhadap upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Kajian tersebut menunjukkan bahwa pembentukan karakter, keteladanan pendidik, serta budaya saling menghormati merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan.
Pelaksanaan workshop ini sekaligus memperkuat komitmen SIT Daarussalaam Sangatta dalam membangun ekosistem pendidikan yang ramah anak.
Sebelumnya, sekolah ini meraih Juara I Lomba Sekolah Ramah Anak tingkat Sekolah Dasar yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kutai Timur pada tanggal 12 Oktober 2025 dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutai Timur.
Melalui lokakarya tersebut, Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam menegaskan upaya pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Sirah Nabawiyah dengan kebutuhan pendidikan kontemporer. Pendekatan ini diharapkan semakin memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
- Penulis: Kaltim News


