Dari Sangatta ke Panggung Dunia, Dedikasi Tiga Dekade Sekolah Islam Terpadu Daarussalaam
- account_circle Fadhliyah Setiawan
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PENDIDIKAN Islam terpadu yang berakar kuat pada nilai moral dan keunggulan akademik menjadi tumpuan penting dalam mencetak generasi masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam Sangatta telah mengambil peran strategis tersebut sejak awal perintisannya pada tahun 1991 dan pengesahan hukumnya pada tahun 1992.
Lembaga sosial dan keislaman yang berpusat di Sangatta Utara ini tumbuh menjadi ekosistem pendidikan komprehensif, menaungi jenjang usia dini melalui PAIT, KBIT, dan TK IT, dilanjutkan dengan SDIT 1 dan SDIT 2, SMP IT, SMAIT, hingga wadah inklusif berupa Sekolah Luar Biasa.
Keberadaan Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam tidak hanya memperluas akses belajar, melainkan juga menghadirkan model pendidikan yang responsif terhadap tumbuh kembang anak. Komitmen ini diwujudkan dengan jelas ketika SDIT Daarussalaam berhasil meraih predikat terbaik di Lomba Sekolah Ramah Anak tingkat Kabupaten Kutai Timur.
Pencapaian ini menegaskan keberhasilan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung hak-hak dasar peserta didik, sebuah inisiatif yang sejalan dengan dorongan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kutai Timur dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Kualitas pengajaran di lingkungan Sekolah Islam Terpadu Daarussalaam terus diperkuat melalui metode pengayaan dan nilai orientasi. Salah satu langkah konkretnya adalah terselenggaranya berbagai lokakarya pencapaian kurikulum bagi para pendidik. Pendekatan ini bertujuan memperkokoh karakter murid dengan mengintegrasikan keteladanan risalah Islam ke dalam proses belajar-mengajar harian.
Penanaman nilai keagamaan tersebut dipadukan secara harmonis dengan penguatan identitas lokal. Hal ini tampak dari kegiatan luar kelas, misalnya, mengajak ratusan siswa menyambangi Galeri Cagar Budaya Kutai Timur beberapa waktu lalu untuk mengenali sejarah dan Kebudayaan daerah secara langsung.
Melangkah ke Panggung Global

Keseimbangan antara penguatan karakter, pemahaman sejarah, dan iklim sekolah yang inklusif terbukti mampu melahirkan prestasi berstandar tinggi.
Rekam jejak Daarussalaam tercatat tercengang ketika empat anak asal Kutai Timur dari lembaga ini terpilih mewakili Indonesia dalam ajang internasional Hongkong Memory Championship (HMC) di Hongkong pada tahun 2014.
Capaian Yayasan Daarussalaam tersebut menjadi bukti faktual bahwa pembelajaran yang terstruktur di Sangatta memilki daya saing hingga tingkat global.
Perjalanan panjang Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam Sangatta selama lebih dari tiga dekade menunjukkan konsistensi dalam membangun fondasi pendidikan yang utuh.
Dengan memadukan kurikulum berbasis nilai, lingkungan sekolah ramah anak, wawasan kebudayaan lokal, serta pembuktian prestasi akademik internasional, lembaga ini menegaskan posisinya sebagai pilar penting pembentukan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara karakter, dan menghilangkan kuat pada nilai-nilai kebaikan.[]
- Penulis: Fadhliyah Setiawan
- Editor: Liyana Zahirah


