Usulan Geopark Sangkulirang–Mangkalihat Bersiap Jalani Verifikasi Nasional 2026
- account_circle Ibrahim Yusuf
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — Usulan Geopark Sangkulirang–Mangkalihat yang merupakan bentang alam karst dengan cakupan sekitar 1,8 hingga 2 juta hektare yang membentang di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau direncanakan akan menjalani verifikasi lapangan oleh Tim Verifikasi Geopark Nasional pada periode April hingga Juli 2026.
Informasi tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam rapat koordinasi percepatan penetapan kawasan Sangkulirang–Mangkalihat sebagai Geopark Nasional yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pada Selasa (10/3/2026).
Rapat koordinasi tersebut digelar di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur yang berada di kawasan pemerintahan Sangatta. Pertemuan tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan kawasan geopark.
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai langkah untuk menyatukan arah kebijakan, strategi pelaksanaan, serta dukungan lintas sektor dalam rangka mempercepat proses penetapan kawasan Sangkulirang–Mangkalihat sebagai Geopark Nasional.
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas oleh peserta rapat yang berasal dari berbagai instansi pemerintah daerah. Agenda tersebut mencakup pembentukan Tim Teknis Geopark, perencanaan percepatan proses penetapan Geopark Nasional, pembahasan kerangka pendanaan kegiatan, serta penyusunan rancangan Surat Edaran Bupati mengenai dukungan terhadap pengelolaan kawasan geopark.
Pembahasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan verifikasi yang akan dilakukan oleh tim nasional dalam waktu mendatang.
Fokus Peroleh Status Geopark Nasional
Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Bappeda Kutai Timur, Ripto Widargo, menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini memfokuskan upaya untuk memperoleh status Geopark Nasional bagi kawasan Sangkulirang–Mangkalihat.
Ia menyampaikan bahwa berbagai persiapan yang dilakukan oleh pemerintah daerah bertujuan untuk memastikan seluruh indikator penilaian yang menjadi syarat dalam proses verifikasi dapat dipenuhi secara optimal.
Ripto juga menegaskan bahwa koordinasi lintas perangkat daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapan daerah menghadapi proses verifikasi tersebut.
“Kita akan kembali menggelar rapat lanjutan untuk mempertajam langkah-langkah strategis yang telah disusun, sehingga seluruh persiapan dapat berjalan lebih terarah dan terukur menjelang proses verifikasi lapangan,” ujar Ripto Widargo.
Kawasan Sangkulirang–Mangkalihat dikenal sebagai bentang alam karst yang memiliki cakupan wilayah yang sangat luas di Kalimantan Timur. Wilayah tersebut mencakup area yang membentang di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau.
Bentang alam karst tersebut memiliki luas wilayah sekitar 1,8 hingga 2 juta hektare yang mencakup berbagai potensi geologi, ekologi, serta keanekaragaman hayati yang menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan geopark.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah juga membahas sejumlah persiapan teknis yang diperlukan dalam menghadapi proses asesmen oleh tim verifikasi geopark nasional.
Salah satu aspek yang dibahas adalah penyusunan dokumen penilaian awal atau Self Assessment yang dituangkan dalam Form A sebagai bagian dari persyaratan administrasi dalam proses verifikasi geopark nasional.
Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan penyediaan pusat informasi geopark sebagai sarana edukasi bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang ke kawasan tersebut.
Upaya peningkatan visibilitas kawasan juga menjadi bagian dari persiapan yang dilakukan. Hal tersebut antara lain melalui pemasangan papan informasi di sejumlah destinasi wisata yang berada di dalam kawasan geopark.
Selain papan informasi, pemerintah daerah juga merencanakan penyediaan berbagai media edukasi yang berkaitan dengan kawasan geopark. Media tersebut meliputi buku saku, buku geopark, video informasi, serta papan penunjuk arah yang disiapkan oleh dinas perhubungan.
Selain itu, akan disiapkan pula papan informasi mengenai potensi bahaya geologi yang ditempatkan di sejumlah titik kawasan sebagai bagian dari upaya edukasi dan mitigasi bagi pengunjung.
Pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada upaya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep geopark melalui sektor pendidikan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah penguatan program sekolah Adiwiyata dengan penambahan materi pembelajaran mengenai geopark.
Sekolah-sekolah yang berada di sekitar kawasan tersebut juga direncanakan akan memiliki fasilitas geopark corner sebagai ruang edukasi yang memperkenalkan informasi mengenai kawasan Sangkulirang–Mangkalihat.
Selain aspek edukasi, pengembangan geoproduk berbasis potensi lokal juga menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan geopark. Produk tersebut mencakup hasil olahan kakao, makanan khas daerah, serta kerajinan tangan masyarakat yang dihasilkan oleh komunitas lokal.
Berbagai produk promosi juga direncanakan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kawasan geopark kepada masyarakat luas. Produk tersebut antara lain berupa rompi, kaos, serta gantungan kunci yang mengangkat identitas Geopark Sangkulirang–Mangkalihat.
- Penulis: Ibrahim Yusuf
- Editor: Hanifuddin
- Sumber: PPID Pemkab Kutim





