TOT dan Standardisasi Guru Al-Qur’an Al-Hidayah se-Kaltim Diharapkan Hadirkan Keberkahan bagi Bangsa
- account_circle Ahmad Djajadi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BONTANG — Penguatan kompetensi guru Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan mengajar, tetapi berlanjut menjadi gerakan pembelajaran yang menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat, bangsa, serta negara. Harapan tersebut mengiringi penutupan Training of Trainer (TOT) dan Standardisasi Guru Al-Qur’an Metode Al-Hidayah se-Kalimantan Timur pada Ahad (1/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Gedung MI Ar-Riyadh Hidayatullah, Kota Bontang, itu diikuti 43 peserta dari berbagai daerah. Sebaran peserta kegiatan mengjangkau melampaui Kalimantan Timur.
Selain perwakilan Balikpapan, Bontang, Batu Kajang, Penajam Paser Utara, Samarinda, Sangatta, Berau, dan Kuaro, peserta juga datang dari Toli-Toli, Palangkaraya, Palu, serta Kalimantan Selatan.
Pelatihan ini menghadirkan Master of Trainer sekaligus Founder Metode Al-Hidayah, Ustadz Zainun Nasich, dan Koordinator Pusat Metode Al-Hidayah, Ustadz Muhdi Muhammad, S.H. Proses pembelajaran turut didampingi trainer wilayah, Ustadz Sukirno, S.Pd.I. dan Ustadz Syarif Al-Qadry, S.Pd.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari aspek konseptual, tetapi juga menjalani penguatan keterampilan melalui praktik. Materi mencakup sejarah, visi, misi, konsep, dan metodologi pembelajaran Metode Al-Hidayah. Kompetensi peserta kemudian diasah melalui sesi micro teaching serta ujian tingkat dasar dan lanjutan untuk mengukur penguasaan materi sekaligus menentukan tingkat kemampuan masing-masing.
Kesungguhan peserta terlihat dari kedisiplinan mengikuti setiap sesi, keaktifan bertanya, serta diskusi yang berlangsung di ruang kelas maupun saat jeda kegiatan. Dinamika tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarpeserta.
Kegiatan ini turut dihadiri Badan Pembina dan Pengawas Kampus Madya Hidayatullah Bontang, Ketua Yayasan Hidayatullah Bontang Ustadz Firdaus Darwin, Ketua DPD Hidayatullah Bontang Saifuddin, S.Pd., serta Koordinator Wilayah Al-Hidayah Kaltim Ustadz Sukirno Abu Basyir, S.Pd.
Panitia yang diketuai Ustadzah Malihatun Muyassaroh, S.Pd., mendapat apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan hingga selesai. Para instruktur juga menerima penghargaan atas dedikasi dalam berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi.
Ustadzah Malihatun Muyassaroh menyampaikan tantangan berikutnya berada pada implementasi hasil pelatihan di tempat tugas masing-masing.
Karenanya, para peserta diharapkan mampu menerapkan kompetensi yang diperoleh sehingga pembelajaran Al-Qur’an semakin berkualitas, mudah diterima, dan dicintai peserta didik. Dari ruang-ruang belajar itulah, manfaat pendidikan Al-Qur’an diharapkan meluas dan menjadi sumber keberkahan bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
- Penulis: Ahmad Djajadi
- Editor: Yacong B. Halike


