Halaqah Kubro Hidayatullah se-Samarinda Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Bangsa
- account_circle Carles Yusuf
- calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — Halaqah Kubro Kader Hidayatullah se-Kota Samarinda menjadi momentum penguatan sinergi dakwah dalam menghadapi berbagai tantangan umat dan bangsa. Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Samarinda pada 6–7 Juni 2026 di kompleks Pondok Pesantren Rahmatullah, Samarinda Utara, Kalimantan Timur, tersebut juga diarahkan untuk memperteguh komitmen bersama dalam mewujudkan cita-cita peradaban Islam melalui gerakan dakwah yang terorganisasi, terarah, dan berkelanjutan.
Forum tersebut dihadiri kader Hidayatullah dari berbagai unsur dan lembaga yang berada di Kota Samarinda. Hadir pula jajaran pengurus DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, DMW Hidayatullah Kalimantan Timur, pengurus Kampus Utama Hidayatullah Samarinda, mahasiswa STIT Hidayatullah Samarinda, organisasi pendukung Pemuda dan Muslimat Hidayatullah, serta perwakilan DPD Hidayatullah Kutai Kartanegara dan Kampus Pratama Hidayatullah Loa Kulu.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Samarinda, Firman, menyampaikan bahwa halaqah menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah sekaligus menyatukan kembali semangat perjuangan dakwah para kader.
“Agenda ini menjadi sarana untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan menyatukan kembali spirit dakwah seluruh kader Hidayatullah. Melalui halaqah, kita berharap lahir kesamaan langkah, semangat, dan orientasi perjuangan dalam membangun peradaban Islam,” ujarnya dalam keterangannya.
Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Hizbullah AS, menegaskan bahwa penyelenggaraan Halaqah Kubro memiliki fungsi penting sebagai instrumen konsolidasi organisasi dan penyatuan visi gerakan dakwah. Menurutnya, dinamika dakwah yang terus berkembang memerlukan ruang pertemuan yang mampu memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan keselarasan gerak kader.
Menjaga Kualitas Ruhiyah
Sementara itu, Ketua Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur, Muhammad Nurdin AR, menjelaskan bahwa halaqah merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap kader dalam menjaga kualitas ruhiyah, visi perjuangan, dan pengabdian terhadap dakwah.
“Halaqah bagi kader adalah kebutuhan. Sebagaimana manusia membutuhkan udara untuk hidup, demikian pula kader membutuhkan halaqah untuk menjaga ruhiyah, visi perjuangan, dan kualitas pengabdiannya kepada dakwah,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan pembimbing Kampus Ummulquraa Hidayatullah Balikpapan, KH. Amin Mahmud, yang menyampaikan penguatan mengenai dakwah sebagai jalan perjuangan yang memerlukan keteguhan iman, keyakinan, dan komitmen.
Puncak kegiatan diisi taujih Rais ‘Aam Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad, yang menekankan tiga fokus utama pembinaan kader, yakni haqqa tilawah, haqqa jihadi, dan haqqo taqwa.
“Halaqah adalah perwujudan dari kerapian shaff perjuangan. Di dalamnya terdapat proses pembinaan, penguatan iman, penyatuan visi, dan pengokohan komitmen dakwah,” ungkapnya.
Dalam arahannya, KH. Abdurrahman juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas sebagaimana termaktub dalam Surah Ash-Shaff ayat 4 tentang pentingnya barisan yang kokoh dalam perjuangan.
- Penulis: Carles Yusuf
- Editor: Ainuddin Chalik





