Breaking News
light_mode

Ketua Yayasan Hidayatullah Bontang Tegaskan Kepemimpinan sebagai Beban Amanah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


KALTIM.NEWS —
Penutupan rangkaian Musyawarah Daerah dan Musyawarah Yayasan Hidayatullah Kota Bontang pada Ahad pagi (14/12/2025) berlangsung dalam suasana khidmat dan tertata. Usai pelaksanaan salat Subuh berjamaah, panitia mengatur shaf jamaah membentuk huruf U, menandai dimulainya agenda akhir yang sarat makna kelembagaan. Momentum ini menjadi titik penting konsolidasi kepemimpinan dan penguatan arah gerak Kampus Madya Hidayatullah Bontang untuk lima tahun ke depan.

Dalam sambutan perdananya setelah kembali terpilih, Ketua Yayasan Kampus Madya Hidayatullah Bontang, Ustadz Firdaus Darwin, M.Pd., menegaskan bahwa amanah yang kembali disematkan kepadanya bukanlah sekadar kehormatan personal. 

Ia menyampaikan bahwa terpilihnya dirinya untuk ketiga kalinya justru merupakan beban tanggung jawab yang sangat berat. Amanah tersebut, menurutnya, adalah titipan besar yang menuntut kesungguhan, kesiapan lahir dan batin, serta pertanggungjawaban yang tidak ringan, baik di hadapan jamaah maupun di hadapan Allah SWT.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan pelantikan Pengawas dan jajaran Pengurus Kampus Madya Hidayatullah Bontang. Prosesi ini menjadi penanda dimulainya masa kerja kepengurusan baru yang akan mengemban mandat strategis dalam mengelola yayasan. Setelah pelantikan, sambutan dari para ketua terpilih disampaikan secara berurutan, dengan Ketua Yayasan sebagai pembicara pertama.

Dalam sambutannya, Ustadz Firdaus mengaitkan amanah kepemimpinan dengan hakikat tanggung jawab manusia sebagaimana disebutkan dalam ajaran Islam. Ia mengingatkan bahwa amanah adalah tugas besar yang bahkan digambarkan pernah ditolak oleh gunung, lautan, dan makhluk lain, namun dipikul oleh manusia. 

Pemahaman ini, menurutnya, sejalan dengan pesan yang disampaikan Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Ustadz Hizbullah AS, pada pembukaan musyawarah sehari sebelumnya, bahwa amanah kepemimpinan harus sepenuhnya disandarkan kepada Allah SWT.

Namun, bersandar kepada Allah tidak dimaknai sebagai sikap pasif. Ustadz Firdaus menegaskan bahwa tawakal harus berjalan seiring dengan ikhtiar maksimal. 

Menurutnya, usaha yang sungguh-sungguh merupakan syarat utama agar program yayasan dapat berjalan dan target-target kelembagaan tercapai. Amanah kepemimpinan, lanjutnya, juga menuntut pengorbanan nyata, baik tenaga, pikiran, waktu, maupun harta. Melalui pengorbanan itulah pertolongan Allah diharapkan turun untuk menguatkan langkah perjuangan.

Pada bagian berikutnya, Ustadz Firdaus menyoroti pentingnya manajemen kader dan keberlanjutan generasi pelanjut. Ia menyampaikan bahwa proses melahirkan kader tidak dapat dibiarkan berjalan secara alami tanpa arah dan pendampingan. 

Kader yang berkualitas, terangnya, lahir melalui proses pengantaran, pengarahan, dan pembinaan yang terencana serta sistematis. Ia menegaskan bahwa Hidayatullah telah memiliki teladan dan pengalaman panjang dalam proses kaderisasi tersebut.

Ia menjelaskan bahwa ketika proses pembinaan dijalankan secara maksimal, hasil yang muncul dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi keberlangsungan perjuangan. Bahkan ketika proses tersebut belum sepenuhnya sempurna, kader-kader yang dihasilkan tetap mampu memberikan kontribusi signifikan bagi yayasan dan umat. Hal ini menjadi bukti bahwa kaderisasi adalah investasi jangka panjang yang menentukan masa depan lembaga.

Dalam suasana reflektif, Ustadz Firdaus mengungkapkan kegelisahan batin yang dirasakannya menjelang amanah baru ini. “Sejak semalam saya dumba-dumba (kaget) karena membayangkan betapa beratnya memikul amanah ini. Sebab sejatinya, kita semua adalah pemikul amanah, bukan pencari kekuasaan,” ujarnya, seraya mengutip pernyataan Ustadz Hizbullah Abdullah Said yang kini mengemban amanah sebagai Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Timur.

Sebagai penutup sambutan, Ustadz Firdaus menyampaikan permohonan dukungan kepada seluruh unsur jamaah, para ustadz, dan pengurus. Ia menekankan bahwa bimbingan, arahan, serta masukan dari seluruh elemen merupakan modal penting dalam menjalankan kepemimpinan lima tahun ke depan. Tanpa dukungan kolektif tersebut, amanah besar ini akan sulit dijalankan secara optimal.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yayasan diarahkan untuk mewujudkan visi terbangunnya peradaban Islam di lingkungan Kampus Madya Hidayatullah Bontang. Kampus ini, menurutnya, diharapkan menjadi miniatur peradaban Islam yang hidup, terkelola, dan memberi kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat luas.

SUTHIAR HAJARING

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu Hebat Mengantarkan Keluarga Sehat Menjalankan Ibadah Ramadhan

    Ibu Hebat Mengantarkan Keluarga Sehat Menjalankan Ibadah Ramadhan

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Parentnial
    • 0Komentar

    MENYAMBUT datangnya bulan suci Ramadhan, Muslimat Hidayatullah (Mushida) Depok bekerjasama dengan PW Mushida Jawa Barat akan menggelar Halaqah Gabungan & Tarhib Ramadhan pada Ahad, 23 Februari 2025, pukul 08.30-11.00 WIB.  Acara bincang ini sebagai ajang refleksi dan penguatan bagi para ibu dalam membimbing keluarganya menjalankan ibadah dengan optimal.  Dengan tema “Ibu Hebat Mengantarkan Keluarga Sehat […]

  • Pengurus MUI Kaltim 2025–2030 Dikukuhkan, KH Farid Wadjdy Ketua Wantim dan KH Muhammad Rasyid Ketua Umum

    Pengurus MUI Kaltim 2025–2030 Dikukuhkan, KH Farid Wadjdy Ketua Wantim dan KH Muhammad Rasyid Ketua Umum

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Sirajuddin Rajab
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — KH. Farid Wadjdy resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur untuk masa khidmat 2025–2030, bersanding dengan KH. Muhammad Rasyid yang mengemban amanah sebagai Ketua Umum MUI Kalimantan Timur. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH. Muhammad Cholil Nafis, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor […]

  • #MudikAntiDrama Cara Cerdas Rawat Luka, Jangan Salah Pilih Antiseptik

    #MudikAntiDrama Cara Cerdas Rawat Luka, Jangan Salah Pilih Antiseptik

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Parentnial
    • 0Komentar

    Country Manager iNova Pharmaceuticals Indonesia Benyamin Wuisan, Brand Manager Wound Care Fitria Dewi Astari, tokoh publik Anissa Aziza, dokter sekaligus edukator kesehatan dr. Gia Pratama, dalam acara Media Gathering bertajuk Sambut Ramadan Tanpa Khawatir dengan Antiseptik Luka Povidone-Iodine Agar Mudik #TanpaDrama di Daun Muda, Menteng, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2025 (Foto: Adam Sukiman/ Parentnial) PERNAH […]

  • BPS Kerahkan Lebih dari 3.000 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur

    BPS Kerahkan Lebih dari 3.000 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia menerjunkan lebih dari 3.000 petugas Sensus Ekonomi yang mulai melakukan pendataan sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 di Kalimantan Timur. Pelaksanaan pendataan tersebut ditandai dengan pencanangan resmi Sensus Ekonomi 2026 yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Lamin Etam, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (25/6/2026), […]

  • Memecah Kode Anak Cerdas Berbakat dan Strategi Guru Zaman Now

    Memecah Kode Anak Cerdas Berbakat dan Strategi Guru Zaman Now

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Parentnial
    • 0Komentar

    SETIAP anak itu unik, punya potensi luar biasa yang siap digali. Memahami karakteristik mereka nggak cuma bikin proses belajar lebih mudah, tapi juga ngebantu kita, para pendidik dan orang tua, buat bangun hubungan yang positif dengan si kecil.  Teori pendidikan modern bilang, penting banget buat ngelihat kelemahan anak sebagai peluang pengembangan, alih alih hanya fokus […]

  • Semarak 80 Tahun Merdeka, Guru MI Ar Riyadh Bontang Rayakan dengan Kuliner Nusantara

    Semarak 80 Tahun Merdeka, Guru MI Ar Riyadh Bontang Rayakan dengan Kuliner Nusantara

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BONTANG – Indonesia merdeka bukanlah hadiah cuma-cuma dari penjajah. Kemerdekaan ini lahir dari cucuran darah, keringat, dan air mata rakyat dari Sabang sampai Merauke.  Pada 17 Agustus 2025, bangsa ini resmi menapaki usia ke-80 tahun merdeka, sebuah momentum bersejarah yang senantiasa dirayakan untuk mengenang perjuangan heroik para pahlawan. Di Bontang, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ar Riyadh […]

expand_less