Khutbah Ustadz Hudriansyah Rahman Angkat Spirit Kurban untuk Kemanusiaan dan Kelestarian Alam
- account_circle Kaltim News
- calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
- print Cetak

Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Ust. H. Hudriansyah, Lc., M.A., khatib dalam pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Sultan Aji Muhammad Sulaiman UINSI Samarinda, Rabu, 27 Mei 2026 (Foto: dok. Uinsi Samarinda)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — Pembagian daging kurban merupakan bentuk nyata pemerataan kasih sayang dan kepedulian sosial yang diajarkan Islam. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok khutbah Iduladha 1447 Hijriah yang disampaikan dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Ust. H. Hudriansyah Rahman, Lc., M.A., saat bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Sultan Aji Muhammad Sulaiman UINSI Samarinda, Rabu (27/5/2026).
Salat Iduladha berlangsung dengan tertib dan khidmat serta diikuti sivitas akademika, mahasiswa, pegawai, dan masyarakat sekitar. Dalam khutbah bertajuk Meneguhkan Spirit Kurban: Merawat Alam dan Kemanusiaan, Hudriansyah mengajak jamaah memaknai ibadah kurban sebagai lebih dari sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ketakwaan, solidaritas sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menunjukkan makna hakiki kurban sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT. Menurutnya, pengorbanan yang sesungguhnya tercermin dari kemampuan manusia menundukkan hawa nafsu, kesombongan, dan sikap mementingkan diri sendiri.
Dalam dimensi sosial, Hudriansyah menegaskan bahwa Iduladha menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mendekatkan mereka yang memiliki kemampuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Pembagian daging kurban merupakan bentuk nyata pemerataan kasih sayang dan kepedulian sosial yang diajarkan Islam,” ujarnya.
Khutbah juga mengaitkan nilai-nilai kurban dengan berbagai tantangan kehidupan saat ini, mulai dari persoalan ekonomi, kemanusiaan, hingga lingkungan. Menurutnya, semangat berbagi, kepedulian, dan tanggung jawab sosial merupakan bagian penting dari pesan Iduladha yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat.
Mahasiswa Program Doktor di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok ini turut mengangkat pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam.
“Merawat alam adalah bagian dari iman. Jangan sampai Iduladha hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi sampah berserakan, sungai tercemar, dan hewan diperlakukan tanpa kasih sayang,” pesannya.
Kyai muda kelahiran Dusun Kampung Masjid, Desa Santan Tengah, ini menambahkan bahwa penyelenggaraan ibadah kurban perlu dilakukan secara bersih, manusiawi, dan ramah lingkungan.
Di akhir khutbah, jamaah diajak menjadikan spirit kurban sebagai landasan memperkuat kejujuran, gotong royong, pelayanan kepada masyarakat, kepedulian terhadap sesama, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Pelaksanaan Salat Iduladha di UINSI Samarinda kemudian ditutup dengan suasana penuh kebersamaan melalui tradisi saling bersalaman dan bermaafan antarsesama jamaah.
- Penulis: Kaltim News



