Dies Natalis ke-42 Unikarta Tegaskan Kampus sebagai Ruang Pelestarian Budaya Lokal
- account_circle Kaltim News
- calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
- print Cetak

IST Foto: Dok. Unikarta
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — Dies Natalis ke-42 Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong menegaskan komitmen kampus sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus wadah mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai cabang olahraga tradisional yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi universitas dengan mengusung tema “Optimalisasi Budaya Lokal Menuju Kejayaan Nusantara”.
Dua cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan, yakni Beturai Gasing Palu dan Menyumpit Beregu Campuran, berlangsung pada 17–18 Juni 2026 di Lapangan Unikarta. Kegiatan tersebut diikuti pegiat olahraga tradisional, pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Timur sehingga menghadirkan ruang interaksi sekaligus pengenalan budaya lintas generasi.
Lomba Beturai Gasing Palu menampilkan keterampilan para peserta dalam memainkan permainan tradisional yang telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kutai.
Sementara itu, perlombaan Menyumpit Beregu Campuran diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai komunitas, sekolah, dan perguruan tinggi. Cabang olahraga khas masyarakat Dayak tersebut menguji ketepatan, konsentrasi, serta kemampuan membangun kerja sama dalam sebuah tim.
Penyelenggaraan kegiatan juga mendapat perhatian dari Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, S.I.K., S.H., M.H., yang hadir ke Kampus Unikarta dalam rangka silaturahmi.
Di sela kunjungannya, Kapolres menyaksikan jalannya perlombaan sekaligus mencoba secara langsung olahraga tradisional menyumpit bersama para peserta. Kehadiran tersebut disambut antusias oleh panitia maupun pengunjung yang memadati arena pertandingan.
Melalui agenda tahunan ini, Unikarta kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pelestarian warisan budaya daerah.
“Optimalisasi Budaya Lokal Menuju Kejayaan Nusantara” menjadi tema yang mengiringi seluruh rangkaian Dies Natalis ke-42 dan mencerminkan arah kegiatan yang memadukan dunia pendidikan dengan pelestarian tradisi.
Penyelenggaraan olahraga tradisional tersebut diharapkan terus berkembang sebagai media memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Kalimantan Timur melalui aktivitas yang edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
- Penulis: Kaltim News



