Bupati Kutai Timur Ajak Wujudkan Lingkungan Bebas Asap Rokok demi Anak
- account_circle Kaltim News
- calendar_month Senin, 27 Jul 2026
- print Cetak

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat saat Talkshow "Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah" yang menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu, 25 Juli 2026 (Foto: Dok. Pro Kutim/Bagus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA, KALTIM.NEWS — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa perlindungan anak harus dimulai dari keluarga dengan menghadirkan lingkungan yang bebas dari ancaman asap rokok, baik di dalam rumah maupun di berbagai fasilitas umum.
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup anak tidak dapat dipisahkan dari peran keluarga sebagai ruang pertama pembentukan karakter sekaligus tempat tumbuh kembang yang aman.
Pernyataan tersebut disampaikan Ardiansyah saat Talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” yang menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (25/7/2026).
“Perlindungan anak harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Kita ingin anak-anak Kutai Timur tumbuh di lingkungan yang sehat, bebas dari ancaman asap rokok, baik di dalam rumah maupun di fasilitas umum. Ini bentuk komitmen kita dalam menjaga ketahanan fisik dan kualitas hidup mereka sejak dini,” tegas Ardiansyah dikutip dari laman Pro Kutim.
Ia menjelaskan bahwa perlindungan terhadap anak tidak cukup diwujudkan melalui kebijakan semata, tetapi harus diikuti perubahan perilaku masyarakat dalam menciptakan ruang hidup yang lebih sehat.
Lingkungan yang terbebas dari paparan asap rokok dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan mental anak.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui rencana Pemerintah Kabupaten Kutai Timur membangun taman ruang terbuka hijau ramah anak dan keluarga di setiap kecamatan. Kawasan itu dirancang sebagai ruang publik yang aman, nyaman, hijau, sekaligus bebas dari asap rokok dan berbagai bentuk pencemaran yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Memperhatikan Kondisi Psikologis Anak
Dalam forum yang sama, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi atau Kak Seto, mengingatkan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya diukur dari aspek kesehatan fisik, tetapi juga kondisi psikologis anak.
Kak Seto menilai lingkungan yang dipenuhi kekerasan maupun paparan asap rokok dapat menghambat proses tumbuh kembang anak secara optimal.
“Anak-anak tidak bisa tumbuh optimal dalam suasana kekerasan atau kepungan asap rokok. Mendidik anak membutuhkan senyuman, komunikasi yang hangat, serta rasa aman,” ujar Kak Seto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kutai Timur, Idham Chalid, menyampaikan bahwa kampanye perlindungan anak akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor bersama perangkat daerah, tenaga kesehatan, dan organisasi kemasyarakatan.
Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional di Kutai Timur juga diwarnai dengan penetapan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Bunda PAUD Hj. Siti Robiah sebagai Duta Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak).
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya pengasuhan yang sehat, penuh kasih sayang, dan mendukung terwujudnya generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis: Kaltim News


