Breaking News
light_mode

Mengenang Almarhumah Hj Husniah, Jejak Kesetiaan Panjang dalam Jalan Dakwah

  • account_circle Fadhliyah Setiawan
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABAR wafatnya Ustadzah Hj Husniah pada Selasa dinihari, 15 September 2026, meninggalkan duka bagi keluarga dan keluarga besar Hidayatullah.

Istri KH Abdurrahman Muhammad, Rais Aam Hidayatullah, itu mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.22 WITA di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, pada usia 62 tahun.

Ia kemudian dimakamkan di halaman kediamannya di kawasan Kampus Dakwah Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, di samping Rumah Qur’an yang dirintis keluarga besarnya.

Hj Husniah lahir di Balikpapan pada 31 Desember 1963. Ia menikah dengan KH Abdurrahman Muhammad pada 7 September 1980. Selama 46 tahun kehidupan rumah tangga, ia mendampingi perjalanan panjang perjuangan sang suami, termasuk ketika KH Abdurrahman menjalankan amanah kepemimpinan di Hidayatullah.

Kesetiaan itu tidak berhenti pada ruang domestik. Hj Husniah dikenal sebagai sosok yang sabar dan teguh mendampingi perjuangan suami, termasuk ketika perjalanan dakwah membawa keluarga menghadapi medan pengabdian yang jauh, hingga Papua.

Ketika KH Abdurrahman melakoni masa penugasannya ke Irian Jaya, perjalanan amanah dakwah itu menuntut kesiapan meninggalkan kenyamanan dan keluarga. Saat itu, anak-anak mereka masih kecil.

Dengan memboyong tiga anak yang masih kecil serta membawa perbekalan sederhana dalam peti kayu, Ustadzah Hj. Husniah dengan sabar dan teguh mendampingi perjalanan dakwah sang suami hingga ke tanah Papua.

Dalam kehidupan sehari-hari, Hj Husniah justru dikenal melalui kesederhanaannya. Ia tidak menjadikan posisi suami sebagai jalan untuk memperoleh kepentingan bagi diri dan keluarga. Bahkan dalam berbagai acara, seperti dikutip dari laman resmi Ummulqurahidatullah.id, ia tidak memilih duduk di barisan depan jika tidak diarahkan ke sana.

Keteladanannya lebih banyak hadir melalui sikap daripada kata-kata. Santrinya mengenangnya sebagai istri dan ibu yang menghadapi keluarga dengan kesabaran, termasuk ketika suasana sedang menegangkan.

Jejak kelembutan itu juga dikenang anak-anak yang dulu sering bermain di rumahnya. Ustadzah Fauziah, yang pernah datang bersama teman-temannya saat masih MI/SD, mengingat bagaimana mereka disuguhi teh dan dipersilakan mengambil buah-buahan di sekitar rumah.

Detail sederhananya menampilkan sisi lain sosok Hj Husniah: dekat dengan lingkungan, terbuka kepada anak-anak, dan hadir melalui tindakan-tindakan kecil yang membekas.

Meninggalkan Jejak Keteladanan

Hj Husniah juga tercatat sebagai Anggota Majelis Penasihat Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah. Dalam takziyahnya, Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah KH Hamim Thohari menyebut almarhumah sebagai seorang mujahidah.

KH Hamim kemudian menyerukan agar kepergian satu sosok tidak berhenti sebagai kehilangan, melainkan menjadi momentum kaderisasi untuk melahirkan generasi penerus.

Di titik itulah arti kepergian Hj Husniah menjadi lebih luas. Ia meninggalkan bukan sekadar kenangan seorang istri, ibu, dan anggota keluarga, tetapi juga contoh pengabdian yang berlangsung selama puluhan tahun dalam kesahajaan.

Jejak itu tidak selalu tercatat melalui panggung dan jabatan. Sebagian besar hidup justru dalam kesetiaan, ketenangan, cara memperlakukan anak-anak, serta keberanian mengikuti perjalanan dakwah keluarga hingga ke tempat-tempat yang jauh.

Kepergian Hj Husniah menyisakan ruang yang tidak mudah diisi. Namun sebagaimana pesan KH Hamim Thohari, gugurnya seorang mujahidah seharusnya melahirkan ikhtiar untuk menumbuhkan lebih banyak mujahidah.

Dengan demikian, warisan terindah Hj Husniah bukan hanya apa yang telah ia jalani, tetapi juga nilai-nilai yang dapat diteruskan oleh mereka yang ditinggalkannya.[]

  • Penulis: Fadhliyah Setiawan
  • Editor: Asri Yusuf

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maratua Paradise Resort, Jejak Pionir di Gerbang Biru Kalimantan Timur photo_camera 5

    Maratua Paradise Resort, Jejak Pionir di Gerbang Biru Kalimantan Timur

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Abdul Aziz
    • 0Komentar

    DI UJUNG timur laut Kalimantan Timur, gugusan kepulauan karst yang menghadap langsung Laut Sulawesi menyimpan salah satu destinasi wisata bahari yang dikenal luas oleh para pelancong. Pulau Maratua berada dalam wilayah Kabupaten Berau, bagian dari kawasan Kepulauan Derawan yang telah lama dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut Indonesia. Di pulau inilah berdiri Maratua Paradise Resort, […]

  • Kelompok Restoran dan Transportasi Beri Andil pada Inflasi Kaltim

    Kelompok Restoran dan Transportasi Beri Andil pada Inflasi Kaltim

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Ahmad Djajadi
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan menyatakan bahwa kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran turut memberikan kontribusi terhadap inflasi Kalimantan Timur pada Mei 2026. Kondisi tersebut, menurutnya, sejalan dengan masih tingginya aktivitas konsumsi masyarakat di berbagai daerah. Pada Mei 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Timur mencatat inflasi sebesar […]

  • Abdunnur Dorong Kebijakan Pendidikan Tinggi Berorientasi SDM Lokal untuk IKN

    Abdunnur Dorong Kebijakan Pendidikan Tinggi Berorientasi SDM Lokal untuk IKN

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) harus berjalan seiring dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal yang berkualitas agar masyarakat Kalimantan Timur memiliki kesempatan menjadi pelaku utama dalam pembangunan di daerahnya sendiri. Penegasan tersebut disampaikan dia saat menerima kunjungan […]

  • Ruang Pembinaan Harus Dipenuhi Keteladanan dan Gagasan Baik

    Ruang Pembinaan Harus Dipenuhi Keteladanan dan Gagasan Baik

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Nurul Mau'nah
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN, KALTIM.NEWS — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad mengatakan bahwa manusia belajar melalui proses adaptasi dan meniru. Karena itu, ruang pembinaan tidak boleh dibiarkan tanpa arah, melainkan harus dipenuhi keteladanan, lingkungan positif, dan gagasan yang membangun. Pesan tersebut disampaikan dia dalam Forum Arahan Ketua Umum DPP Hidayatullah bertajuk “Dari Kota Kelahiran […]

  • Hidayatullah Serukan Ramadhan sebagai Momentum Penyucian Jiwa Bangsa

    Hidayatullah Serukan Ramadhan sebagai Momentum Penyucian Jiwa Bangsa

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Taufiq
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan Pesan Akhir Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah pada Jum’at, 20 Maret 2026. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai medium penyucian jiwa tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi kehidupan bangsa secara kolosal. Naspi Arsyad menyatakan bahwa Ramadhan menghadirkan proses […]

  • Wabup Mahulu Tegaskan Pembangunan Jalan Kubar–Mahulu Kewenangan Provinsi dan Pusat

    Wabup Mahulu Tegaskan Pembangunan Jalan Kubar–Mahulu Kewenangan Provinsi dan Pusat

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, S.E. menegaskan bahwa proyek pembangunan jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat dengan Kabupaten Mahakam Ulu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Pusat melalui anggaran APBN, bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan usai mendampingi Wakil Gubernur Kalimantan Timur dalam […]

expand_less