Breaking News
light_mode

Gelorakan Visi Daerah Pasca Migas, Muhammad Aswar Jadi Pembeda di Pilkada Bontang

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MUHAMMAD Aswar, nama yang kini mencuat sebagai salah satu tokoh paling diperhitungkan dalam kancah politik Kota Bontang. Tidak hanya karena ia merupakan kandidat termuda dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bontang 2024, tetapi juga karena gagasan-gagasannya yang visioner mengenai masa depan kota ini. 

Dalam perjalanan sepak terjangnya sejak mahasiswa, aktifis, dan sebagai masyarakat sipil, sosok Aswar menjadi pembeda—sosok yang tak kenal lelah menyuarakan harapan untuk transformasi Bontang pasca kejayaan sektor minyak dan gas (migas). 

Melalui visi yang matang, Aswar bercita-cita melihat Bontang tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota jasa dan wisata yang maju, berbasiskan ekonomi kreatif dengan pelibatan masyarakat secara menyeluruh.

Anak Pendidik

Muhammad Aswar lahir pada tanggal 1 Januari 1982, dari keluarga sederhana di Desa Santan Tengah, Kabupaten Kutai. Kedua orang tuanya adalah figur yang sangat dihormati dalam masyarakat, karena pengabdian mereka di dunia pendidikan. 

Ayahnya, Haji Abdul Kadir, merupakan seorang kepala sekolah yang penuh dedikasi. Ibunya, Hj. Saodah, merupakan seorang guru agama yang membentuk landasan spiritual Aswar sejak dini.

Kehilangan sang ayah pada usia yang masih belia merupakan momen yang membentuk mentalitas dan karakter Aswar. Kisah tragis wafatnya Haji Abdul Kadir, yang meninggal dalam tugas ketika akan melaporkan hasil ujian sekolah ke kantor dinas pendidikan di kecamatan. 

Haji Abdul Kadir berangkat dengan berjalan kaki ditengah hujan menembus jalanan licin dan berlumpur, ketika sudah mendekati areal sungai untuk menyeberang, tiba tiba ia tumbang. Wafatnya sosok pendidik ini meninggalkan kesan mendalam bagi Aswar dan masyarakat sekitarnya.

Sepeninggal sang ayah, ibunya beralih menjadi kepala keluarga yang berjuang membesarkan anak anaknya yang masih kecil. Sebagai orangtua tunggal, Hj Saodah figur yang begitu sabar. Ditengah badai ujian itu, ia terus menanamkan cinta dan tak henti mendidik anak anaknya. 

Sosok ayah pendidik yang berdedikasi dan rela berkorban demi mencerdaskan anak-anak desa tersebut seakan menjadi teladan abadi bagi Aswar dan dua saudaranya. Dalam banyak kesempatan, Aswar selalu menyebut sosok ayah sebagai inspirasinya dan ia banyak belajar darinya. 

“Dedikasinya, perjuangannya, dan kecintaannya terhadap pendidikan telah menjadi fondasi utama dalam hidup saya.” demikian seringkali Aswar mengenang mendiang ayahnya.

Masa Muda dan Dunia Politik

Sejak usia muda, Muhammad Aswar telah menunjukkan ketertarikannya pada politik dan pengabdian publik. Sosoknya yang vokal dan berani menyuarakan kepentingan masyarakat sudah menonjol sejak nyantri di Pondok Pesantren Hadis Biru Bone, karakter leadershipnya itu kemudian makin terlihat ketika ia kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Widyagama. 

Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga terpilih sebagai ketua. Bukan hanya itu, ia juga aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di mana ia menjabat sebagai sekretaris Komisariat Widyagama.

Aswar tak hanya mengandalkan kecakapan akademisnya, tetapi juga membangun tradisi intelektual dan aktivisme di kalangan mahasiswa. 

Ia pun menginisiatori berbagai gerakan dan komunitas yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran politik dan sosial di kalangan anak muda. Kepeduliannya terhadap masalah-masalah rakyat semakin jelas ketika ia terlibat langsung dalam berbagai aksi turun ke jalan sebagai penyambung lidah masyarakat.

Setelah menyelesaikan studinya di kampus, aktifitasnya pun tak jauh jauh dari dunia yang bersinggungan dengan kepentingan publik. Dia bekerja sebagai jurnalis di PKTV yang acapkali meliput isu isu aktual yang erat kaitannya dengan hajat hidup orang banyak, disamping ia menjadi advokat pada isu lingkungan serta tetap meneruskan pengabdian sang ayah dengan menjadi guru madrasah di pelosok desa Kampung Masjid, Desa Santan Tengah. 

Aswar terus memperdalam minatnya di dunia jurnalistik. Bersama rekannya, Aswar mendirikan Kaltimtoday.com pada tahun 2011, sebuah portal berita yang fokus pada isu-isu yang menyentuh masyarakat lokal. 

Media Kaltimtoday.com yang berupa kanal media sederhana kala itu menjadi salah satu platform penting bdalam menyuarakan aspirasi masyarakat Bontang dan wilayah sekitarnya. Lewat jurnalisme inilah Aswar terus mengedepankan nilai-nilai keadilan dan transparansi, yang ia yakini sebagai pondasi utama dalam pembangunan demokrasi lokal.

Karier politik Muhammad Aswar bisa dibilang dimulai pasca Reformasi. Ketika usianya masih sangat muda, ia telah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan politik lokal. 

Pada tahun 2009, ia maju sebagai kontestan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) untuk kursi legislatif Kota Bontang, diusung oleh Partai Pemuda Indonesia (PPI). Meski hasilnya belum memuaskan, keikutsertaan Aswar dalam Pemilu tersebut membuka jalan bagi perjalanan politiknya yang lebih matang.

Keaktifannya di Partai Pemuda Indonesia terus meningkat, hingga ia dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPI Kota Bontang. Melalui jabatan ini, Aswar kerap kali menjadi penggerak perubahan di internal partai, mendorong agenda-agenda politik yang progresif, terutama terkait dengan pemberdayaan pemuda dan transformasi sosial di Bontang.

“Politik adalah alat perubahan. Ia harus digunakan untuk membangun masyarakat, bukan sekadar alat untuk berkuasa,” ungkap Aswar dalam salah satu kesempatan perbincangan dengan media ini. 

Visi untuk Bontang Pasca Migas

Dalam Pilkada 2024, Muhammad Aswar kembali mengambil langkah besar dalam karier politiknya dengan maju sebagai calon Wakil Walikota Bontang, berpasangan dengan Najirah sebagai calon Walikota. Keputusannya untuk terjun dalam kontestasi ini tidak datang tanpa alasan yang matang. Aswar melihat bahwa Bontang membutuhkan arah baru pasca dominasi sektor migas yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian kota.

Aswar memiliki visi jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada penguatan industri, tetapi juga pada diversifikasi ekonomi. Ia menginginkan Bontang menjadi kota yang berkembang pesat di sektor jasa dan pariwisata, dengan basis ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Baginya, pembangunan yang berkelanjutan adalah pembangunan yang memberdayakan warganya, bukan hanya menggantungkan nasib pada sumber daya alam yang semakin terbatas.

Dalam berbagai kesempatan, Aswar sering menyampaikan pandangannya tentang perlunya revitalisasi sektor-sektor lain, seperti pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, Bontang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota jasa dan wisata yang unggul, dengan mengoptimalkan potensi lokal dan budaya yang ada.

“Saya ingin melihat Bontang tumbuh sebagai kota yang mandiri, di mana industri migas bukan lagi satu-satunya penopang. Kita harus siap bertransformasi, dan itu dimulai dari sekarang,” katanya. 

Di balik sosok enerjiknya yang aktif dalam politik dan dunia publik, Muhammad Aswar tetap dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan spiritual. Lulusan pondok pesantren ini selalu menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan yang penuh keragaman sehari-hari. 

Karena itulah, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bontang nomor 3 dengan jenama kampanye Bersama Najirah – Aswar (Benar) ini mengusung tagline “Nasionalis – Religius” sebagai simbol kohesifitas dalam keberagaman yang memadukan semangat kebangsaan dan keagamaan sebagai akar spiritual bangsa ini.

Suami dari Fitriani Alwi ini juga selalu berusaha menjaga keseimbangan antara kehidupan publik dan kehidupan keluarga. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah, bersahabat, dan selalu terbuka dalam menerima kritik serta masukan. Sifat-sifat inilah yang membuatnya begitu dicintai.

“Kita tidak bisa memisahkan agama dari kehidupan kita sehari-hari. Agama mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik, bekerja keras, dan menjaga kejujuran dalam setiap tindakan kita. Itu adalah nilai yang selalu saya pegang,” ujarnya.

Menghadapi Tantangan Era Digital

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh generasi muda saat ini, menurut Aswar, adalah bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi dan era digital untuk kemajuan masyarakat. Ia percaya bahwa digitalisasi dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam memberdayakan masyarakat, asalkan digunakan dengan bijak.

“Era digital memberikan kita peluang yang luar biasa, tetapi juga tantangan yang besar. Generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan perubahan positif, bukan sekadar konsumen pasif,” ujar Aswar dalam salah satu pertemuan dengan komunitas digital di Bontang.

Dalam pandangannya, Bontang harus siap menyongsong era digital dengan mempersiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan teknologi yang mumpuni. Selain itu, Aswar juga mendorong agar pemerintah daerah menyediakan infrastruktur digital yang memadai, sehingga Bontang dapat bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

Muhammad Aswar adalah representasi dari pemimpin muda yang memiliki visi besar dan idealisme yang kuat. Pengalaman hidup yang penuh liku, dari kehilangan sang ayah di usia muda hingga terjun dalam dunia politik dan aktivisme, telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan peduli terhadap masyarakat. 

Idealismenya tentang pembangunan Bontang yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat menjadi magnet yang menarik perhatian banyak pihak, terutama kaum muda yang ingin melihat perubahan nyata di kota ini.

Sebagai seorang calon pemimpin, Aswar tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi ia juga bergerak untuk mewujudkannya. Dengan latar belakang sebagai anak kampung yang aktivis, pembelajar, jurnalis, pengusaha, dan politisi, ia memiliki semua modal untuk membawa Bontang ke arah yang lebih baik di masa depan. Semoga!

Yacong B. Halike

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baznas Kutim Himpun Rp21,9 Miliar Zakat pada 2025 untuk 28.161 Mustahik

    Baznas Kutim Himpun Rp21,9 Miliar Zakat pada 2025 untuk 28.161 Mustahik

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Ibrahim Yusuf
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kutai Timur Masnip Sofwan menyampaikan bahwa pada tahun 2025 BAZNAS Kutai Timur berhasil menghimpun dana zakat sebesar Rp21,9 miliar. Dana tersebut telah disalurkan kepada 28.161 mustahik yang tersebar di 18 kecamatan melalui berbagai program, mulai dari pemberian beasiswa perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, bantuan […]

  • Gubernur Sebut Pembangunan Daerah Perlu Dibarengi Penguatan Nilai Spiritual

    Gubernur Sebut Pembangunan Daerah Perlu Dibarengi Penguatan Nilai Spiritual

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Kahar Muzakkir
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud menegaskan bahwa Kalimantan Timur tidak hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam, tetapi juga memerlukan penguatan nilai spiritual melalui bimbingan para ulama dan kiai. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Tabligh Akbar Balikpapan Madinatul Iman yang digelar di kawasan Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) […]

  • Penggunaan Dana Hibah LPTQ Kaltim Dipastikan Sesuai Regulasi

    Penggunaan Dana Hibah LPTQ Kaltim Dipastikan Sesuai Regulasi

    • calendar_month 21 jam yang lalu
    • account_circle Kaltim News
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa penggunaan dana hibah kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2024 maupun 2025 telah dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegasan tersebut disampaikan sebagai klarifikasi atas berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait pengelolaan anggaran, struktur […]

  • Lima Pejabat Pemkot Samarinda Ikuti Uji Kompetensi Teknis JPTP Sekretaris Daerah

    Lima Pejabat Pemkot Samarinda Ikuti Uji Kompetensi Teknis JPTP Sekretaris Daerah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Ahmad Djajadi
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS – H. Ananta Fathurrozi, S.Sos., M.Si., Anis Siswantini, S.Kom., M.Si., Marnabas, S.Sos., M.Si., Neneng Chamelia Shanti, ST., M.Si., serta Suwarso, Aks., M.Si., mengikuti Uji Kompetensi Teknis Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk jabatan Sekretaris Daerah Kota Samarinda yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kota Samarinda pada Rabu (11/3/2026). […]

  • Danamon x Gramedia Science Day 2024: Kompetisi Eksplorasi Sains yang Menyenangkan!

    Danamon x Gramedia Science Day 2024: Kompetisi Eksplorasi Sains yang Menyenangkan!

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Keluargapedia
    • 0Komentar

    (Dokumentasi: Gramedia / Rafly Prafsya – Suasana Kompetisi Gramedia Science Day 2024 Jakarta) JAKARTA — Dengan semangat mengembangkan minat sains anak Indonesia, Gramedia kembali menggelar Danamon x Gramedia Science Day 2024. Danamon x Gramedia Science Day 2024 hadir untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan eksperimen sains untuk para ilmuwan muda. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Danamon x Gramedia […]

  • Hidayatullah Serukan Ramadhan sebagai Momentum Penyucian Jiwa Bangsa

    Hidayatullah Serukan Ramadhan sebagai Momentum Penyucian Jiwa Bangsa

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Taufiq
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan Pesan Akhir Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah pada Jum’at, 20 Maret 2026. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai medium penyucian jiwa tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi kehidupan bangsa secara kolosal. Naspi Arsyad menyatakan bahwa Ramadhan menghadirkan proses […]

expand_less