Siswa MI Ar-Riyadh Bontang Program Takhassus Tuntaskan Hafalan 30 Juz Al-Qur’an
- account_circle Muhammad Taufiq
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Muhammad Fadil (gamis putih) berfoto usai mengikuti uji publik yang diapit oleh Rais 'Aam Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad yang didampingi jajaran pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang (Foto: Dok. MI Ar Riyadh/ Kaltim.news)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — Muhammad Fadil, siswa kelas VI MI Ar-Riyadh Hidayatullah Bontang, berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan telah diuji dalam acara Khatmil Qur’an wa al-Imtihan yang berlangsung di Aula Usman Palese, Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang, Kalimantan Timur, pada Rabu (3/6/2026). Capaian tersebut menjadi hasil dari proses pembinaan tahfiz yang dijalani secara berkelanjutan melalui sinergi antara lembaga pendidikan, para guru, dan keluarga.
Fadil merupakan putra pasangan Marwan B. Nawer dan Marniati serta anak ketiga dari empat bersaudara. Sejak awal menempuh pendidikan di MI Ar-Riyadh, ia telah menanamkan tekad untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Komitmen tersebut kemudian diwujudkan dengan mengikuti Program Takhassus Tahfizul Qur’an yang secara khusus membina peserta didik dalam penguatan hafalan dan kualitas bacaan.
Proses pembelajaran yang dijalani tidak hanya berfokus pada penambahan hafalan, tetapi juga diawali dengan pembenahan bacaan melalui metode Al-Hidayah guna memastikan keterampilan membaca Al-Qur’an secara tartil. Setelah itu, pembinaan dilanjutkan dengan setoran hafalan harian dan murojaah yang dilakukan secara konsisten baik di lingkungan madrasah maupun di rumah. Pola pembinaan terpadu tersebut menjadi bagian dari sistem pendidikan tahfiz yang diterapkan oleh MI Ar-Riyadh.
Sebagai bentuk pengujian akhir, Fadil menjalani imtihan hafalan secara terbuka dengan metode bil ghaib di hadapan tim dewan juri, orang tua, serta tamu undangan yang hadir. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga menjelang waktu Zuhur dan dipandu oleh Ketua Tim Penguji, Ustadz Hamdan, S.H. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas hafalan, ketepatan bacaan, serta kekuatan murojaah yang telah dibangun selama masa pembinaan.
Acara turut dihadiri Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, bersama jajaran pembina, pengawas, dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang. Dalam kesempatan tersebut, KH Abdurrahman Muhammad menyampaikan apresiasi atas kemampuan yang ditunjukkan Fadil.
“Masya Allah, masih usia MI tetapi kemampuan hafalan dan bacaannya sudah sangat standar. Selamat untuk Ananda,” ujarnya.
Ketua Yayasan Hidayatullah Bontang, Ustadz Firdaus Darwin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa keberhasilan seorang hafiz tidak lahir melalui proses yang instan, melainkan melalui pembiasaan yang berlangsung terus-menerus dalam lingkungan pendidikan yang mendukung.
“Melahirkan penghafal Al-Qur’an memerlukan sistem yang terintegrasi antara sekolah, guru, dan keluarga. Ketika ketiganya berjalan seiring, maka proses penjagaan hafalan dapat berlangsung lebih kuat dan berkelanjutan. Karena itu, capaian Ananda Fadil merupakan hasil kerja bersama yang patut disyukuri,” ujarnya.
Firdaus menambahkan bahwa Program Takhassus Al-Qur’an menjadi salah satu instrumen penting dalam menyiapkan generasi Qur’ani sejak usia dini. Menurutnya, pembinaan tahfiz tidak hanya berorientasi pada jumlah hafalan, tetapi juga membangun kedisiplinan, ketekunan, dan kedekatan peserta didik dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Capaian Muhammad Fadil sekaligus menambah deretan prestasi pendidikan Al-Qur’an di lingkungan MI Ar-Riyadh Hidayatullah Bontang. Melalui penguatan Program Takhassus, lembaga tersebut terus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kehidupan mereka.
- Penulis: Muhammad Taufiq
- Editor: Syakir Maarif





