Breaking News
light_mode

Gerakan Ramadhaniyah Libatkan 255 Mahasiswa STIS dan PUZ di 38 Titik Pengabdian

  • account_circle Ahmad Djajadi
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BALIKPAPAN — Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Hidayatullah Balikpapan bersama Program Pendidikan Ulama Zuama (PUZ) secara resmi memberangkatkan 255 mahasiswa untuk menjalankan Gerakan Ramadhaniyah 1447 Hijriyah yang dilaksanakan di lebih dari 38 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, Rizky Kurnia Sah, mengatakan program ini sebagai bagian dari penguatan kaderisasi nasional dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan aktivitas dakwah, pelayanan umat, serta penguatan literasi Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.

Penugasan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Ketua STIS Nomor 28 Tahun 2026 serta Surat Keputusan Panitia Ramadhan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Nomor SK/001/PAN-RAM/YPPH/II/2026 tertanggal 28 Sya’ban 1447 H atau bertepatan dengan 16 Februari 2026.

Prosesi pelepasan kader dilakukan secara simbolis pada 12 Februari 2026 di Masjid Ar-Riyadh Hidayatullah Balikpapan sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan Ramadhaniyah secara nasional.

Rizky Kurnia Sah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan kader yang dirancang secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan pembuktian. Kader tidak hanya dibina secara akademik, tetapi ditempa langsung dalam pelayanan umat dan penguatan dakwah. Di sinilah integritas, kepemimpinan, dan ketangguhan mereka diuji,” kata Rizky dalam keterangannya kepada media ini, Sabtu (21/2/2026).

Rizky menjelaskan Gerakan Ramadhaniyah merupakan bagian dari sistem pembinaan kader yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan praktik pengabdian nyata. Program ini dilaksanakan melalui berbagai bentuk penugasan yang mencakup Praktik Kuliah Dakwah (PKD), penempatan imam masjid, penugasan sebagai amil zakat, magang di firma hukum, serta pelaksanaan Daurah Qur’an Ramadhan.

Secara rinci, kegiatan ini mencakup 14 titik Praktik Kuliah Dakwah, 2 titik praktik magang firma hukum, 6 titik penugasan amil zakat, 16 titik penempatan imam masjid, serta satu program Daurah Qur’an Ramadhan.

Selain itu, terdapat 115 mahasiswa yang mengikuti Daurah Qur’an Ramadhan, 81 mahasiswa bertugas sebagai Mujahid Ramadhan, 23 mahasiswa PUZ menjalankan tugas sebagai imam masjid, serta 6 mahasiswa yang terlibat sebagai panitia Ramadhan di Gunung Tembak.

Rizky menyebutkan, sebaran kader mencakup berbagai provinsi dengan dukungan dan kerja sama dari sejumlah mitra kelembagaan. Di antaranya adalah Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.

Selain itu, sinergi juga terjalin dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Kalimantan Timur, Kantor Hukum Haji Nasrun Mu’min di Kutai Kartanegara, serta LPPA Bina Aisyah di Samarinda. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan umat sekaligus memperkuat sistem kaderisasi berbasis pengabdian nasional.

Daurah Al Qur’an Ramadhan

Selain penugasan lapangan, Rizky menyebutkan, kegiatan Ramadhaniyah juga menempatkan penguatan spiritual sebagai bagian utama dari pembinaan kader melalui program Daurah Al-Qur’an Ramadhan. Program ini diikuti oleh 115 mahasiswi yang tergabung dalam halaqah yang terdiri dari Halaqah Ziyadah, Halaqah Mukammal, dan Halaqah Tahsin.

“Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas bacaan, hafalan, serta pembinaan karakter Qur’ani sebagai bagian dari pembentukan integritas kader selama menjalankan tugas dakwah,” jelasnya.

Dengan keterlibatan 255 mahasiswa di berbagai wilayah, Rizky menambahkan, program ini dilaksanakan secara terstruktur dan terkoordinasi untuk mendukung pelayanan umat selama bulan Ramadhan.

Melalui Gerakan Ramadhaniyah ini, STIS Hidayatullah Balikpapan dan PUZ menjalankan program kaderisasi yang mengintegrasikan pembelajaran, pelayanan, serta penguatan karakter berbasis nilai-nilai keislaman.

“Program tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari sistem pendidikan dan pembinaan kader yang berorientasi pada pengabdian masyarakat dan penguatan dakwah di berbagai wilayah Indonesia,” pungkas Rizky.[]

  • Penulis: Ahmad Djajadi
  • Editor: Syakir Maarif

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Sungai Santan ke-III Siap Digelar, Gaungkan Harmoni dan Lingkungan Play Button

    Festival Sungai Santan ke-III Siap Digelar, Gaungkan Harmoni dan Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Mahmoud Ali
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS – Masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Santan tengah menyambut dengan penuh antusias penyelenggaraan Festival Sungai Santan III, sebuah agenda budaya tahunan yang kini menjadi ikon kebudayaan masyarakat bantaran sungai. Acara ini akan digelar selama empat hari, 27–30 November 2025, bertempat di Jl. Pelabuhan RT 5, Kampung Masjid, Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten […]

  • Menpora Buka Helatan Islamic Scout Camp of Hidayatullah di Balikpapan

    Menpora Buka Helatan Islamic Scout Camp of Hidayatullah di Balikpapan

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, secara resmi membuka kegiatan Islamic Scout Camp of Hidayatullah (ISCH) III atau Jambore Nasional ke-3 Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatullah. Acara berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis (21/8) pagi. Dalam kapasitasnya sebagai pembina upacara, Menpora menegaskan apresiasinya terhadap kiprah […]

  • Bupati Kukar Apresiasi Konsep Penyaluran Zakat Berbasis Wilayah Operasional

    Bupati Kukar Apresiasi Konsep Penyaluran Zakat Berbasis Wilayah Operasional

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Nuraini
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi terhadap konsep penyaluran zakat yang digagas Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kutai Kartanegara bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), yaitu menyalurkan zakat badan usaha secara langsung di wilayah operasional perusahaan atau kepada masyarakat yang berada di sekitar ring satu perusahaan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi […]

  • Kenapa Harus Pindah dari Alkohol ke Povidone-Iodine untuk Rawat Luka

    Kenapa Harus Pindah dari Alkohol ke Povidone-Iodine untuk Rawat Luka

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Parentnial
    • 0Komentar

    Brand Manager Wound Care Fitria Dewi Astari dalam acara Media Gathering bertajuk Sambut Ramadan Tanpa Khawatir dengan Antiseptik Luka Povidone-Iodine Agar Mudik #TanpaDrama di Daun Muda, Menteng, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2025 (Foto: Adam Sukiman/ Parentnial) SERING banget kan, kalau luka, refleks langsung tuang alkohol biar steril? Padahal, ini justru bisa jadi masalah, loh!  Brand […]

  • Hidayatullah Serukan Ramadhan sebagai Momentum Penyucian Jiwa Bangsa

    Hidayatullah Serukan Ramadhan sebagai Momentum Penyucian Jiwa Bangsa

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Taufiq
    • 0Komentar

    KALTIM.NEWS — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan Pesan Akhir Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah pada Jum’at, 20 Maret 2026. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai medium penyucian jiwa tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi kehidupan bangsa secara kolosal. Naspi Arsyad menyatakan bahwa Ramadhan menghadirkan proses […]

  • Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Atasi Anak Susah Makan dengan SUN

    Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Atasi Anak Susah Makan dengan SUN

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Parentnial
    • 0Komentar

    BUAT para ibu, pasti udah nggak asing lagi sama istilah GTM alias Gerakan Tutup Mulut. Yup, momen ketika anak tiba-tiba ogah makan, mulutnya dikunci rapat kayak brankas emas!  Padahal, ibu udah kasih makanan penuh cinta, tapi anak malah nolak mentah-mentah. Rasanya? Campuran frustrasi, bingung, sampai nyaris nyerah.  Eits, jangan dulu panik! Ada kabar baik nih: […]

expand_less