Revitalisasi Dimulai MBS, Pemprov Kaltim Mulai Era Baru Pengelolaan Mall Lembuswana
- account_circle Kaltim News
- calendar_month 22 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SAMARINDA, KALTIM.NEWS — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni menegaskan pengelolaan Mall Lembuswana kini dipercayakan kepada Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS) sebagai langkah strategis memasuki babak baru pengembangan salah satu pusat perbelanjaan bersejarah di Samarinda.
Keputusan tersebut menyusul berakhirnya masa pengelolaan PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS) selama 30 tahun, yang secara resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (7/8/2026).
Menurut Sri Wahyuni, proses transisi ini bukan sekadar pergantian pengelola, melainkan momentum untuk mengembalikan peran Mall Lembuswana sebagai pusat aktivitas ekonomi dan ruang interaksi masyarakat.
“Kita tidak ingin sejarah Mall Lembuswana menjadi redup karena transisi pengelolaan. Justru ini menjadi awal untuk menghidupkan kembali perannya sebagai pusat perdagangan, pusat aktivitas masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi Kalimantan Timur,” ujarnya.
Mall Lembuswana yang berdiri sejak 1996 dinilai memiliki nilai historis sebagai salah satu pelopor pusat perbelanjaan modern di Samarinda.
Memasuki usia ke-30 tahun, pemerintah optimistis kawasan tersebut masih memiliki daya tarik yang kuat untuk dikembangkan melalui konsep revitalisasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Visi Baru Pengelolaan Hadirkan “Era Baru”
Melalui pengelolaan MBS, Pemprov Kaltim berencana menghadirkan berbagai kegiatan komunitas, hiburan keluarga, hingga pertunjukan modern guna menghidupkan kembali kawasan tersebut.
Di saat bersamaan, sejumlah tenant utama telah memastikan keberlanjutan operasionalnya, antara lain Matahari Department Store, Foodmart, Gramedia, Sports Station, KFC, BreadLife, Guardian, Samsung, Bank Kaltimtara, BRI, dan Panin Bank.
Sementara CGV Cinema, AZKO, Informa, Mr. DIY, Solaria, J.CO, Pizza Hut Group, Kopi Kenangan, dan Fore Coffee masih dalam tahap penjajakan kerja sama.
“Di usia ke-30 tahun, Mall Lembuswana ternyata masih memiliki daya tarik. Ini menjadi modal besar untuk menghadirkan ‘new era’ sehingga kembali menjadi pusat aktivitas dan destinasi favorit masyarakat,” kata Sri Wahyuni.
Direktur Utama PT CSIS, Edward Sinanta Marwin, menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin selama tiga dekade.
“Kami menyerahkan kembali aset ini kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan harapan dapat terus dikembangkan sehingga kembali menjadi pusat perbelanjaan yang ramai dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Prosesi ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima aset dan penyerahan pengelolaan kepada PT Kaltim Melati Bhakti Satya sebagai pengelola baru.
- Penulis: Kaltim News


