Kampus Ummulqura Pesantren Hidayatullah Balikpapan Tuan Rumah Silatwal Hidayatullah
- account_circle Oemar Said
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — Kampus Ummulquraa Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, menjadi tuan rumah acara Silaturrahim Syawal (Silatwal) 1447. Pembuka helatan ini ditandai dengan kegiatan Talkshow Silatwal menghadirkan tiga ketua perwakilan wilayah Hidayatullah sebagai narasumber yang berlangsung pada pada Jumat (10/4/2026).
Hadir sebagai pembicara utama adalah Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Selatan Irsyad Istoyo, Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat Muhammad Rusydan, dan Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara Lutfiuddin. Ketiganya berbagi inspirasi “laporan perjalanan” mengenai integrasi ketaatan spiritual dan strategi pembangunan kader yang adaptif terhadap dinamika zaman.
Forum diskusi dibuka dengan premis bahwa ketaatan merupakan fondasi eksistensial bagi setiap individu dalam institusi. Ditegaskan bahwa keikutsertaan dalam gerakan ini harus didasari oleh semangat tajdid atau pembaruan komitmen yang bersumber pada nilai-nilai Al-Quran, disamping mengukuhkan kembali semangat berjemaah sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan dakwah global yang kian kompleks.
Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat, Muhammad Rusydan, menyoroti bahwa kehadiran kader di forum tersebut, meskipun harus menempuh jarak geografis yang sangat jauh, merupakan manifestasi dari ruh ketaatan yang menjadi identitas utama organisasi.
“Intinya adalah ketaatan, dan di situlah ruh sesungguhnya,” katanya. Dia menjelaskan bahwa setelah memantapkan niat untuk berjuang, setiap anggota harus melanjutkannya dengan ketaatan yang kokoh.
Rusydan menyerukan kepada para kader agar senantiasa mantapkan ketaatan kita kepada Allah, kepada Rasul dan kepada “ulil amri minkum”. Rusydan memandang ketaatan bukan semata mekanisme organisasi tetapi juga energi spiritual yang menyatukan visi dan gerak jemaah dalam menjalankan misi dakwah di berbagai pelosok negeri.

Beralih pada perspektif operasional, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara, Lutfiuddin, memaparkan pentingnya manajemen rekrutmen yang sistematis sebagai ujung tombak perkembangan organisasi. Lutfiuddin memandang bahwa arus utama gerakan Hidayatullah yang berfokus pada tarbiyah dan dakwah harus membuahkan hasil nyata dalam bentuk pertumbuhan anggota yang berkualitas.
Dengan 17 kabupaten dan kota yang ada di Sulawesi Tenggara, Lutfiuddin melihat urgensi bagi setiap pimpinan daerah untuk mengoptimalkan proses kaderisasi secara konsisten.
Lutfiuddin berpendapat bahwa yang terpenting adalah perkaderan, rekrutmen, dan pembinaan anggota. Ia memberikan simulasi strategis mengenai efektivitas penyelenggaraan Daurah Marhala Ula di tingkat daerah. Menurut perhitungannya, jika setiap kabupaten mampu menjalankan tanggung jawab rekrutmen secara maksimal, maka pertumbuhan jumlah kader akan mengalami akselerasi yang signifikan.
“Pencapaian rekrutmen kita itu akan meloncat di era digitalisasi ini jika pembinaan dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” katanya, seraya menekanka pihaknya di Sultra juga terus melakukan penguatan dan pembenahan ditengah berbagai keterbatasan yang ada.
Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Selatan, Irsyad Istoyo, melengkapi diskusi dengan membagikan refleksi kepemimpinan berdasarkan pengalaman panjangnya di berbagai posisi strategis. Irsyad menekankan bahwa di tengah kemajuan teknologi, aspek keteladanan pemimpin tetap menjadi faktor kunci dalam membina generasi muda.
Dai asal Solo ini menyarankan agar pola kepemimpinan tidak lagi bersifat instruktif searah, melainkan lebih mengedepankan pendekatan dialogis dan pendampingan yang intensif kepada para kader di lapangan. “Pemimpin harus memberikan support kepada para kader muda, dampingi dia, dan ajak dia dialog,” katanya.
Irsyad mencontohkan integritas pribadi dengan memilih untuk memberikan kepercayaan penuh kepada sistem administrasi modern dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan teknis guna menjaga transparansi. Saat ditanya mengenai metode paling efektif dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan, Irsyad dengan lugas menjawab bahwa yang pertama adalah berikan keteladanan.
Acara Talkhsow Silaturrahim Syawal 1447 yang dipandu Ketua DKM Ar Ariyadh Nasiruddin ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan Hidayatullah sangat bergantung pada sinergi antara ketaatan yang tulus dan profesionalisme dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Nrasumber para ketua DPW sepakat bahwa penguatan barisan melalui rekrutmen yang masif serta kepemimpinan yang teladan akan menjadi arsitektur utama dalam membangun peradaban Islam di masa depan. Acara pembukaan resmi kegiatan ini sendiri akan digelar pada Sabtu.
- Penulis: Oemar Said
- Editor: Liyana Zahirah





