Air Terjun Tangga Bidadari Jadi Warisan Geologi Bernilai Konservasi dan Edukasi
- account_circle Nuraini
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Air Terjun Tangga Bidadari di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Foto: Dok. Tim Penilai Geopark)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUTAI TIMUR, KALTIM.NEWS — Air Terjun Tangga Bidadari di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, kembali menjadi perhatian dalam proses verifikasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Kawasan yang ditetapkan sebagai warisan geologi pada 2024 ini dinilai memiliki fungsi strategis sebagai kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata berbasis alam dengan sejarah pembentukan geologi yang diperkirakan berlangsung sekitar 11–16 juta tahun lalu.
Verifikasi lapangan yang dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026) menjadi bagian dari penilaian terhadap sejumlah geosite yang diusulkan dalam pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Tim penilai melakukan pengamatan langsung terhadap karakter geologi, keanekaragaman hayati, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan yang mengedepankan aspek konservasi, pendidikan, dan pariwisata.
Berdasarkan data geologi, Air Terjun Tangga Bidadari terbentuk dari lapisan batugamping klastik berjenis wackestone dan batuan napal yang termasuk dalam Formasi Maluwi berumur Miosen Tengah. Struktur batuan tersebut menjadi bagian penting yang menjelaskan proses pembentukan bentang alam di kawasan pesisir timur Kalimantan sejak jutaan tahun silam.
Di lokasi ini juga ditemukan fosil mikroorganisme yang menunjukkan kawasan tersebut pada masa lampau merupakan lingkungan laut. Proses pengangkatan kerak bumi kemudian membentuk morfologi air terjun bertingkat yang kini menjadi ciri khas Air Terjun Tangga Bidadari. Selain itu, keberadaan rembesan minyak bumi pada celah-celah batuan menjadi indikasi adanya migrasi fluida dari bawah permukaan.
Dalam proses verifikasi, tim turut menilai keterpaduan pengelolaan kawasan yang tidak hanya menonjolkan nilai geologi, tetapi juga potensi pemberdayaan masyarakat. Desa Selangkau diketahui memiliki komoditas unggulan berupa tanaman pisang yang selama ini dibudidayakan oleh warga dan dinilai dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis geopark.
“Tim menilai potensi geologi, keanekaragaman hayati, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan yang memiliki nilai konservasi, pendidikan, dan pariwisata,” ungkap Tim penilai Geopark, seperti dinukil dari laman resmi Pemprov Kaltim.
Melalui proses penilaian tersebut, Air Terjun Tangga Bidadari diharapkan semakin berkembang sebagai destinasi geowisata edukatif yang mampu menjaga kelestarian warisan geologi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat secara berkelanjutan.
- Penulis: Nuraini
- Editor: Syakir Maarif
- Sumber: Prokopim Pemprov Kaltim



