Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah Sementara
- account_circle Agus Setiawan
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- print Cetak

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Timur Mohlis Hasan (Foto: Humas Pemprov Kaltim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM.NEWS — Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Timur, Mohlis Hasan, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari pemerintah pusat, otoritas daerah diminta meningkatkan kewaspadaan dalam memantau keberangkatan jemaah umrah guna menjamin keselamatan perjalanan. Pernyataan tersebut disampaikan Mohlis di Samarinda pada Kamis (5/3/2026) sebagai bagian dari penjelasan resmi mengenai kondisi penerbangan menuju kawasan Timur Tengah yang dinilai belum sepenuhnya kondusif.
Mohlis menjelaskan bahwa Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Timur telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terkait perkembangan situasi tersebut. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi penerbangan internasional yang berkaitan dengan perjalanan ibadah umrah.
Berdasarkan komunikasi dengan pemerintah pusat, otoritas daerah diminta meningkatkan perhatian terhadap proses keberangkatan jemaah. Pemantauan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa perjalanan menuju Tanah Suci dilakukan dalam kondisi yang memenuhi aspek keselamatan.
Dalam keterangannya, Mohlis menyampaikan bahwa pemerintah mengimbau calon jemaah untuk menunda sementara rencana keberangkatan umrah. Imbauan ini disampaikan setelah mempertimbangkan kondisi keamanan penerbangan yang menurut informasi belum sepenuhnya stabil pada sejumlah wilayah yang dilalui rute penerbangan menuju Arab Saudi.
“Kami menyarankan masyarakat menahan diri demi keselamatan, mengingat beberapa negara di Timur Tengah sempat menutup wilayah udaranya,” ujar Mohlis dalam keterangan kepada media, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa situasi tersebut berkaitan dengan kondisi keamanan jalur udara di kawasan yang terdampak konflik. Berdasarkan informasi yang diterima dari pemerintah pusat, terdapat imbauan agar calon jemaah mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka hingga kondisi penerbangan dinilai aman.
Selain itu, pemerintah juga menyarankan agar jemaah yang telah merencanakan keberangkatan mengikuti arahan yang disampaikan oleh maskapai penerbangan. Maskapai memiliki informasi teknis mengenai keamanan rute penerbangan, termasuk perubahan jalur penerbangan atau kebijakan operasional yang berkaitan dengan kondisi keamanan regional.
Mohlis menambahkan bahwa maskapai penerbangan yang melayani rute menuju Tanah Suci merupakan pihak yang memiliki informasi paling akurat terkait keamanan penerbangan. Maskapai tersebut memiliki akses terhadap sistem pemantauan rute internasional serta kebijakan penerbangan yang diterapkan oleh otoritas penerbangan global.
Menurutnya, maskapai seperti Saudia Airlines maupun Garuda Indonesia memiliki data terkini mengenai kondisi rute penerbangan yang digunakan dalam perjalanan menuju Arab Saudi. Oleh karena itu, informasi yang disampaikan oleh maskapai dapat menjadi rujukan bagi jemaah maupun agen perjalanan dalam menentukan jadwal keberangkatan.
Penundaan sementara keberangkatan umrah juga dijelaskan Mohlis berkaitan dengan pertimbangan dalam kaidah keagamaan yang mengatur perjalanan ibadah. Ia menyebutkan bahwa aspek keselamatan perjalanan menjadi bagian dari syarat yang perlu dipenuhi dalam pelaksanaan ibadah ke Tanah Suci.
Dalam penjelasannya, Mohlis menyampaikan bahwa perjalanan spiritual yang tidak memiliki jaminan keamanan dapat mempengaruhi kewajiban pelaksanaan ibadah tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam waktu mendekati sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, jumlah jemaah umrah biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Periode tersebut sering dikaitkan dengan momentum ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan yang dikenal dengan Lailatul Qadar.
Sehubungan dengan meningkatnya intensitas keberangkatan pada periode tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur meminta agen perjalanan serta calon jemaah untuk lebih aktif memantau perkembangan situasi penerbangan.
Mohlis menekankan pentingnya memperhatikan berbagai faktor yang berkaitan dengan kelayakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Menurutnya, syarat kelayakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan maupun kemampuan finansial calon jemaah.
“Syarat mutlak kelayakan beribadah ke Tanah Suci tidak hanya mencakup kriteria sehat jasmani dan mumpuni secara finansial, tetapi juga mewajibkan adanya jaminan keselamatan di sepanjang perjalanan,” pungkas Mohlis.
- Penulis: Agus Setiawan
- Editor: Hanifuddin





